PALOPO,IntensNews.id — Puluhan pedagang Pasar Sentral atau Pusat Niaga Palopo (PNP) menggelar aksi protes menolak penerapan retribusi baru yang dinilai memberatkan pedagang, Senin (27/10/2025).
Aksi yang didominasi oleh pedagang perempuan ini berlangsung di depan area PNP dengan suasana penuh keluhan dan seruan keadilan.
Para pedagang membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Penolakan pembayaran retribusi uang masuk pasar untuk pedagang,” “PNP makin sepi!” dan “Pembayaran bertambah.”
Mereka menilai kebijakan baru ini tidak adil karena selama ini pedagang sudah membayar retribusi los dan kebersihan setiap bulan.
Salah satu pedagang yang turut berorasi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan tanpa sosialisasi dan musyawarah dengan masyarakat pasar.
“Selama ini kami, masyarakat pasar, selalu ada kebijakan yang dilaksanakan tanpa kompromi. Dulu sudah ada pembayaran sampah dan pungutan lain yang tiba-tiba berubah tanpa pemberitahuan. Sekarang muncul lagi pembayaran masuk pasar untuk pedagang,” keluhnya.
Ia menambahkan, kondisi pasar saat ini semakin sepi pembeli, sementara beban biaya operasional terus meningkat.
“Pemerintah tidak tahu bagaimana keadaan di dalam pasar. Pedagang semakin berat, pembeli makin berkurang. Seharusnya ada pembicaraan dulu dengan pedagang sebelum kebijakan itu diterapkan,” ujarnya.
Pedagang meminta Pemerintah Kota Palopo untuk meninjau ulang kebijakan retribusi tersebut dan membuka dialog terbuka bersama perwakilan pedagang agar solusi yang diambil lebih adil dan berpihak pada rakyat kecil.
Aksi berjalan tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah terkait tuntutan para pedagang.






