Pesisir Selatan,IntensNews.id — Ratusan warga di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terancam keselamatan akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah nagari. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat dengan menyiapkan program relokasi permanen bagi warga terdampak.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan bahwa puluhan kepala keluarga (KK) dengan ratusan jiwa terpaksa direlokasi karena permukiman mereka kini berada di zona rawan bencana dan tidak lagi layak dihuni.
“Relokasi menjadi langkah prioritas karena wilayah tersebut berisiko tinggi terjadi bencana susulan,” tegas Risnaldi.
Di Nagari Limau Gadang, kondisi tanah mengalami retakan besar yang menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan terancam runtuh. Wilayah ini telah dikategorikan sebagai zona merah longsor akibat struktur tanah yang labil.
Sementara itu, dampak paling parah terjadi di Nagari Pancuang Taba. Sejumlah rumah warga hancur diterjang banjir dan terseret arus deras. Bahkan, beberapa bangunan dilaporkan hilang dan tidak menyisakan struktur, sehingga mustahil untuk ditempati kembali.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bayang Utara, Darmadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara terdapat 23 rumah terdampak di Nagari Pancuang Taba dan 10 rumah di Nagari Limau Gadang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses verifikasi lapangan yang terus berlangsung.
“Untuk sementara, warga dievakuasi ke UDKP dan rumah dinas Camat Bayang Utara sebagai langkah darurat agar terhindar dari ancaman longsor dan banjir susulan,” jelas Darmadi.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Pesisir Selatan telah menyiapkan lokasi relokasi di Nagari Pulut-Pulut yang dinilai aman dan strategis. Program relokasi ini mengacu pada rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Perumahan dan Permukiman Rakyat RI, termasuk dukungan pembiayaan pembangunan hunian baru bagi warga terdampak.
Wabup Risnaldi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pendataan, hingga pembangunan rumah permanen.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah memastikan warga dapat tinggal di hunian yang aman, layak, dan terbebas dari ancaman bencana,” pungkasnya.
Pemkab Pesisir Selatan memastikan seluruh warga di kawasan rawan bencana akan mendapatkan penanganan maksimal hingga kondisi dinyatakan aman dan hunian baru siap ditempati.
(IP. Gani)






