Pemerintah Nagari Tuik IV Koto Mudik Bersama Warga Gotong Royong Tangani Dampak Banjir

  • Bagikan

BATANG KAPAS, PESISIR SELATAN , IntensNews.id — Pemerintah Nagari Tuik IV Koto Mudik bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong penanganan dampak banjir yang melanda wilayah Kampung Koto Gunung, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan serta mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan aliran sungai dan area sekitar permukiman yang terdampak banjir. Warga bersama perangkat nagari membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, batu, kayu, dan sampah yang menghambat kelancaran aliran air.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga setempat, tokoh masyarakat, hingga perangkat nagari.

Kehadiran dan partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana alam.
Turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong ini Wali Nagari beserta jajaran, Badan Musyawarah (BAMUS), Kepala Kampung, serta lembaga-lembaga nagari lainnya. Selain itu, kaum ibu juga tampak antusias ikut membantu demi terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Kepala Kampung Koto Gunung, Puan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan langkah nyata dalam mempercepat pemulihan pascabanjir.

“Gotong royong ini adalah wujud kebersamaan dan kepedulian masyarakat Koto Gunung dalam menghadapi bencana banjir. Dengan kerja sama antara pemerintah nagari dan masyarakat, kami berharap lingkungan segera pulih dan risiko banjir ke depan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Nagari Tuik IV Koto Mudik berharap aliran sungai kembali lancar serta sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat semakin kuat.

Pemerintah nagari juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, serta berharap semangat gotong royong terus terjaga sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan nagari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *