GAPEMBI Hadir sebagai Wadah Kolaborasi Pengusaha MBG, Dorong Gizi Anak dan Tekan Stunting di Sumsel

  • Bagikan

Palembang,IntensNews.id – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) resmi memperkenalkan keberadaan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GAPEMBI Sumatera Selatan sebagai wadah kolaborasi para pengusaha dan pemangku kepentingan Program Makan Bergizi (MBG), Rabu (14/1/2026).

Organisasi ini menghimpun pengusaha dapur MBG, supplier bahan baku, mitra pendukung, hingga insan media yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas gizi anak dan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

Ketua DPW GAPEMBI Sumsel, Tri Yulia Rizki Ananda, SE., MM, mengatakan GAPEMBI lahir sebagai solusi atas berbagai tantangan teknis dan nonteknis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi di daerah.

“GAPEMBI ini adalah wadah para pejuang di garis depan Program Makan Bergizi. Kami menghimpun seluruh elemen yang ingin berkontribusi, mulai dari pengusaha dapur MBG, supplier bahan baku, hingga rekan-rekan media. Tujuan kami memastikan MBG berjalan berkualitas, aman, dan berdampak nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia,” ujarnya saat diwawancarai di Resto Gemericik Palembang.

Tri Yulia menjelaskan, GAPEMBI pusat terbentuk pada September 2025 di Jakarta, sementara kantor DPW GAPEMBI Sumsel berlokasi di Jalan Mayor Zain, Palembang. Meski tergolong organisasi baru, GAPEMBI telah menunjukkan kontribusi nyata, salah satunya melalui keterlibatan dalam penyediaan dapur umum bagi korban bencana banjir di Aceh Tamiang.

“Program MBG ini bukan sekadar memasak dan mendistribusikan makanan. Ada tujuan besar di dalamnya, yakni membangun kualitas individu dan generasi masa depan. Karena itu, dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW GAPEMBI Sumsel, Budi Suparyoto, ST, menegaskan peran GAPEMBI dalam mendampingi dan memfasilitasi para pengusaha yang ingin membangun dapur MBG sesuai standar nasional dan internasional.

“Saat ini jumlah dapur MBG sudah ratusan dan akan terus bertambah. GAPEMBI hadir untuk membantu, khususnya bagi dapur yang sarana dan prasarananya belum sepenuhnya memenuhi standar. Standar dapur MBG cukup tinggi, mulai dari penjamah makanan, ketersediaan air bersih, aspek halal, hingga penerapan HACCP untuk keamanan pangan berskala internasional,” jelasnya.

Ia menyebutkan, satu dapur MBG idealnya melayani maksimal 3.000 porsi per hari untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan, dengan kebutuhan lahan dapur minimal 400 meter persegi. Program MBG bersifat mandiri sehingga membutuhkan kesiapan modal dari para pengusaha, meskipun pemerintah terus memberikan dukungan kebijakan.

“Alhamdulillah, di Sumatera Selatan ketersediaan bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan lainnya masih aman. Hingga saat ini belum ada dapur MBG yang terkendala produksi akibat kekurangan bahan baku,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Wakil Sekretaris DPW GAPEMBI Sumsel, Almarizan, menegaskan komitmen GAPEMBI sebagai ruang kolaborasi, pembinaan, dan pengenalan bagi pengusaha baru di sektor MBG.

“GAPEMBI hadir untuk memperkenalkan, membina, dan mengolaborasikan para pengusaha dapur MBG, termasuk dalam pemenuhan persyaratan sertifikasi. Harapan kami, melalui kolaborasi ini, angka stunting di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, dapat terus ditekan,” pungkasnya.

Dengan kepengurusan DPW Sumsel yang solid—Ketua Tri Yulia Rizki Ananda, SE., MM; Sekretaris Budi Suparyoto, ST; Wakil Sekretaris Almarizan; serta Bendahara Indria Sari, SH—GAPEMBI optimistis menjadi motor penggerak kolaborasi pengusaha MBG demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *