Serang, Intensnews.id – Pergerakan tanah akibat cuaca ekstrem merusak puluhan rumah warga di Kabupaten Serang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sedikitnya 54 rumah mengalami kerusakan, sementara 97 rumah lainnya terancam terdampak jika pergerakan tanah terus berlanjut.
Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan pergerakan tanah dipicu hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak awal Januari 2026. Peristiwa tersebut teridentifikasi di lima kecamatan, yakni Mancak, Cikeusal, Cinangka, Padarincang, dan Waringinkurung.
“Dari 54 rumah terdampak, sebanyak 43 unit rusak berat, lima rusak sedang, dan enam rusak ringan,” ujar Ajat, Senin (19/1/2026).
Selain rumah warga, dua fasilitas umum turut terdampak akibat longsor dan pergerakan tanah. BPBD juga mencatat bencana hidrometeorologi lain seperti banjir dan angin kencang yang meluas hingga 72 desa di 25 kecamatan di Kabupaten Serang.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang telah menetapkan status tanggap darurat, mengingat potensi ancaman masih berada pada tingkat sedang hingga tinggi.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan, khususnya daerah dengan kontur tanah miring dan labil, agar meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika muncul retakan tanah atau peningkatan debit air sungai, karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga 22 Januari 2026,” pungkas Ajat.






