Haru di Ramadan, 107 Anak Yatim Tulungagung Diajak Belanja Baju Lebaran Lewat Program OASE

  • Bagikan

TULUNGAGUNG,IntensNews.id – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jawa Timur serta Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Tulungagung, digelar program santunan bagi anak yatim piatu se-Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (4/3/2026) ini dikemas dalam agenda bertajuk OASE (Orang Tua Asuh Sehari), menghadirkan kebahagiaan di tengah suasana Ramadan.

Ketua KKKS Tulungagung, Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo, hadir langsung bersama jajaran pimpinan Baznas Tulungagung. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang menyentuh hati.

Dalam sambutannya, Endang Dwi Retnowati yang juga istri Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, menegaskan pentingnya kepekaan sosial dan keikhlasan dalam berbagi.

“Ini bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan. Anak-anak ini diajak belajar bagaimana mengelola keuangan mereka sendiri, sehingga santunan yang diterima bisa bermanfaat lebih luas,” ujarnya.

Ketua Baznas Tulungagung, Suyadi, menjelaskan bahwa santunan kepada anak yatim merupakan bagian dari program rutin lembaganya yang mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat.

“Hari ini kita menyalurkan santunan kepada 107 anak yatim piatu. Masing-masing menerima Rp500 ribu. Setelah ini, mereka akan kita ajak berbelanja bersama di Apollo. Semoga menjelang Idul Fitri, mereka bisa merasakan kebahagiaan dengan pakaian baru sesuai pilihan masing-masing,” jelas Suyadi.

Usai acara seremonial, seluruh anak yatim piatu didampingi pendamping menuju pusat perbelanjaan Apollo. Di sana, mereka bebas memilih pakaian sesuai selera.

Suasana penuh keceriaan terlihat ketika anak-anak mencoba berbagai busana, seolah melupakan sejenak kesedihan yang mereka alami. Momen ini menjadi bukti bahwa santunan bukan sekadar angka nominal, melainkan pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri dan kebahagiaan menjelang Lebaran.

Program OASE yang digelar di pertengahan Ramadan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi sosial, dan masyarakat dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak yatim piatu.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut di masa mendatang. Harapan kami, semakin banyak anak yatim piatu yang bisa merasakan manfaat santunan,” pungkas Endang.

Memberi, mendampingi, dan memberdayakan menjadi tiga pilar utama dalam kegiatan ini. Di bulan suci Ramadan, pesan itu terasa semakin kuat: berbagi bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral bersama.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat demi membangun kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *