Palembang, IntensNews.id 15 Juni 2026 – Musibah memang tidak pernah diundang. Dalam sekejap, kobaran api meluluhlantakkan tempat tinggal dan mengubah suasana hangat sebuah rumah menjadi puing-puing yang menyisakan kesedihan. Namun di balik ujian yang berat itu, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang dihadirkan Allah SWT untuk menguatkan dan menghibur hati hamba-Nya.
Itulah yang terlihat saat Forum Rembuk Masyarakat Siap Aksi Indonesia (FORMASSII) melalui Tim Kepemudaan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga korban kebakaran di Lorong Manggar 1 RT 17 RW 02, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Senin (15/6/2026).
Di tengah wajah-wajah yang masih menyimpan kesedihan akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda, kehadiran relawan FORMASSII membawa secercah harapan. Bukan hanya bantuan sembako yang disalurkan, tetapi juga pesan bahwa para korban tidak sendirian menghadapi ujian kehidupan ini.
Bantuan yang diberikan berupa 15 karung beras ukuran 5 kilogram, 10 kardus mi instan, dan 5 kardus air mineral yang merupakan hasil kepedulian dan gotong royong para donatur serta masyarakat yang tergerak hatinya untuk berbagi.
Ketua FORMASSII, Ridho Viavasa, menyampaikan bahwa setiap musibah yang terjadi mengajarkan manusia tentang arti kebersamaan, keikhlasan, dan pentingnya saling menguatkan.
“Ketika saudara kita sedang menangis karena kehilangan, maka sudah sepatutnya kita hadir untuk mengusap air mata mereka. Ketika mereka merasa sendiri menghadapi cobaan, maka kita datang untuk mengatakan bahwa masih banyak saudara yang peduli dan siap membantu. Inilah makna sesungguhnya dari persaudaraan dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami para korban. Namun setidaknya dapat menjadi bukti bahwa masih banyak hati yang tergerak oleh rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.
Suasana haru pun tak terelakkan saat bantuan diserahkan. Beberapa warga tampak menahan air mata ketika menerima uluran tangan dari para relawan. Di tengah keterbatasan dan kesedihan, mereka merasakan bahwa Allah SWT masih menghadirkan pertolongan melalui orang-orang yang peduli.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap musibah selalu tersimpan hikmah. Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang sedang diuji. Pertolongan-Nya sering kali hadir melalui tangan-tangan manusia yang ikhlas berbagi dan membantu tanpa mengharapkan balasan.
Semangat “Peduli, Berbagi, dan Menjalin Tali Asih” yang diusung FORMASSII bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kepedulian yang tumbuh dari hati, keikhlasan untuk berbagi, serta semangat gotong royong menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.
Semoga setiap butir beras yang disalurkan, setiap gelas air yang diminum, dan setiap bantuan yang diterima menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi. Dan semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemudahan oleh Allah SWT untuk bangkit kembali menata kehidupan mereka.
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Karena sejatinya, di saat musibah datang menguji, kepedulian dan kasih sayang antarsesama adalah cahaya yang mampu menguatkan langkah untuk kembali bangkit.






