Jambi ,IntensNews.id – Penanganan kasus dugaan pemukulan dan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum wartawan berinisial T terhadap seorang pengusaha di Kota Jambi terus menjadi perhatian publik. Sejumlah tokoh masyarakat dan insan pers meminta agar proses hukum yang dilakukan oleh Polda Jambi berjalan secara transparan serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Kasus tersebut saat ini telah memasuki tahap pemeriksaan saksi. Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan adalah Maulana, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Jambi.
Kepada awak media, Maulana mengatakan dirinya telah memenuhi panggilan pemeriksaan di Subdit Umum Polda Jambi pada Rabu (24/6/2026). Ia menyesalkan dan mengutuk keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan tersebut.
Menurutnya, profesi wartawan harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tidak boleh melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum maupun norma profesi.
“Kami sangat menyesalkan apabila benar terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan. Wartawan bukan preman. Seorang jurnalis harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Maulana.
Ia juga berharap Polda Jambi dapat bertindak cepat dan profesional dalam menangani perkara tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap profesi wartawan secara umum.
“Kami berharap Polda Jambi sigap dan profesional dalam menindaklanjuti kasus ini. Penanganan yang tegas akan menjadi pembelajaran bagi semua insan pers agar selalu bekerja sesuai aturan dan etika jurnalistik,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jambi, Huzair, turut meminta agar aparat penegak hukum segera menuntaskan proses penyelidikan dan memberikan kepastian hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan transparansi dalam penanganan kasus tersebut agar tidak muncul anggapan adanya perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.
“Kami mendukung Polri untuk bertindak profesional dan presisi dalam menangani kasus ini. Masyarakat berharap adanya kepastian hukum sehingga tidak menimbulkan kesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum,” kata Huzair.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum harus terus dijaga melalui proses penanganan perkara yang objektif, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait guna mengungkap secara jelas peristiwa yang dilaporkan tersebut.






