MUARA ENIM, intensnews.id — Polda Sumatera Selatan memperkuat kontribusinya dalam program swasembada pangan nasional melalui penanaman bawang putih serentak di lima wilayah Polres jajaran, Rabu (19/8/2026).
Tak tanggung-tanggung, Polda Sumsel menyiapkan lahan seluas 81 hektare dengan target produksi mencapai 810 ton bawang putih yang ditargetkan dipanen pada November 2026.
Penanaman dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di kawasan perkebunan Dusun 3, Desa Gunung Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan tersebut terhubung melalui video conference dengan penanaman bawang putih serentak nasional yang dipusatkan di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Sumsel bersama jajaran mengikuti rangkaian penanaman nasional yang terhubung langsung dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Forkopimda Sumsel, Bupati Muara Enim beserta Forkopimda, para Pejabat Utama Polda Sumsel, kelompok tani, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat.
Program penanaman bawang putih tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Komoditas bawang putih menjadi salah satu perhatian strategis karena kebutuhan nasional masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan impor.
Polda Sumsel menyiapkan 81 hektare lahan yang tersebar di lima wilayah Polres, yakni:
Polres Muara Enim
Polres Lahat
Polres Pagar Alam
Polres Ogan Komering Ulu Selatan
Polres Empat Lawang
Program tersebut melibatkan 113 petani yang tergabung dalam 14 kelompok tani.
Dalam penanaman serentak kali ini digunakan tiga varietas bibit bawang putih, yakni Sangga Sembalun, Lumbu Hijau dan Lumbu Putih.
Seluruh lahan tersebut ditargetkan menghasilkan 810 ton bawang putih yang direncanakan dipanen pada November 2026.
“Secara keseluruhan total luas lahan yang disiapkan untuk penanaman bawang putih di wilayah Polda Sumatera Selatan seluas 81 hektare. Kami menargetkan hasil panen sebanyak 810 ton yang insyaallah akan dipanen pada November 2026,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.
Dengan luas lahan mencapai 81 hektare, Polda Sumsel tercatat sebagai kontributor lahan terbesar kedua secara nasional setelah Polda Nusa Tenggara Barat.
Secara nasional, penanaman serentak pada 19 Agustus 2026 dilaksanakan di 14 Polda dan 59 Polres jajaran, dengan total luas lahan mencapai 279,53 hektare dan potensi produksi sekitar 2.795,3 ton.
Program tersebut melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani.
Capaian Sumsel tersebut menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan kontribusi signifikan dalam gerakan nasional menuju swasembada bawang putih.
Kapolda Sumsel menyampaikan, salah satu tantangan dalam pengembangan program tersebut adalah ketersediaan bibit.
Karena itu, Polda Sumsel mendorong dukungan lebih lanjut dari Kementerian Pertanian agar area tanam dapat diperluas.
Menurutnya, potensi lahan pertanian di Sumatera Selatan masih sangat terbuka sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional.
Program ini juga mendapat dukungan Gubernur Sumatera Selatan, Forkopimda, Dinas Pertanian, akademisi Universitas Sriwijaya, Bhayangkari Daerah Sumsel serta Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Selatan.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa program swasembada bawang putih merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Terlebih, kondisi global yang terus berubah membuat ketahanan pangan menjadi salah satu sektor strategis yang harus diperkuat.
“Terus semangat dan mari kita sama-sama menunjukkan bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada, khususnya swasembada bawang putih,” tegas Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Bagi Sumatera Selatan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan memberikan manfaat ekonomi kepada petani melalui pemanfaatan lahan produktif.
Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, akademisi dan kelompok tani diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Tidak Berhenti di Penanaman
Polda Sumsel memastikan program tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman. Pengawalan proses pemeliharaan hingga panen menjadi bagian penting untuk memastikan target produksi dapat tercapai.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal program tersebut.
“Polda Sumsel bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses penanaman, pemeliharaan hingga panen. Targetnya bukan hanya meningkatkan produksi bawang putih, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani dan secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Nandang.
Ia menambahkan, semangat mendukung ketahanan pangan nasional tersebut sejalan dengan tagline Kapolda Sumsel, “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?”
Penanaman bawang putih serentak di lima wilayah Polres jajaran tersebut menjadi bukti sinergi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan.
Dengan target 810 ton, Sumatera Selatan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap cita-cita besar Indonesia mencapai swasembada bawang putih nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.






