JAMBI, intensnews.id — Masyarakat meminta Polda Jambi segera memeriksa pemilik dan pengurus SPBU 24.361.55 Kebun Handil, Kota Jambi, menyusul munculnya kembali dugaan perlakuan khusus dalam antrean BBM subsidi jenis solar.
Desakan tersebut muncul setelah dugaan serupa kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai persoalan antrean BBM subsidi di SPBU tersebut perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum agar tidak terus berulang.
Sejumlah sopir truk pengangkut tanah yang beroperasi di Kota Jambi mengaku merasakan dampak dari panjangnya antrean solar subsidi. Mereka berharap distribusi BBM bersubsidi dapat dilakukan secara adil dan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, muncul dugaan bahwa sebagian solar subsidi disalahgunakan oleh oknum pengepul untuk kemudian dijual kembali kepada pihak tertentu dengan harga industri. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pendalaman aparat penegak hukum.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, modus yang diduga digunakan antara lain memanfaatkan kendaraan yang berbeda, penggunaan pelat nomor yang diduga tidak sesuai, hingga kendaraan tertentu yang berulang kali mengantre untuk mendapatkan solar subsidi.
Praktik semacam itu, apabila terbukti, dinilai dapat memperparah persoalan antrean panjang BBM subsidi di Kota Jambi serta mengurangi hak masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
KAJAK Desak Aparat Bertindak
Direktur Eksekutif Koalisi Anak Jambi Anti Korupsi (KAJAK), Teuku Maulana S.Tek, yang akrab disapa Abu, turut menyoroti persoalan tersebut.
Ia meminta aparat, khususnya Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Jambi, melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi tersebut.
“KAJAK mengutuk keras persoalan ini. Kita masyarakat Jambi jangan dipermainkan dan hanya diam saja,” ujar Teuku Maulana.
Menurutnya, KAJAK dalam waktu dekat berencana menyampaikan surat kepada Polda Jambi untuk meminta klarifikasi serta mendorong aparat melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan dugaan tersebut.
Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan pihaknya melakukan aksi damai di depan Mapolda Jambi maupun Depo Pertamina Kasang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
SPBU Belum Berikan Klarifikasi
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU 24.361.55 Kebun Handil Kota Jambi belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait dugaan perlakuan khusus dan persoalan distribusi solar subsidi tersebut.
Intennews tetap membuka ruang bagi pihak SPBU 24.361.55 Kebun Handil, pemilik, maupun pengurusnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan berimbang.






