LUWU, IntensNews.id – Sudah hampir 10 tahun sejak proses pembebasan lahan, tanah seluas 30 hektare di Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, masih dimanfaatkan warga sebagai lahan persawahan. Di tengah rencana pembangunan perguruan tinggi negeri yang belum terealisasi, keberadaan lahan produktif tersebut kini kembali dipersoalkan.
Ketua EW LMND Sulawesi Selatan, Putra, meminta Bupati Luwu mengambil sikap terkait pemanfaatan lahan yang sebelumnya dihibahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu kepada Universitas Andi Djemma (Unanda).
Hal tersebut disampaikan Putra melalui rilis yang diterima IntensNews.id, terkait persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Tana Luwu, khususnya wilayah Walenrang-Lamasi.
Putra mengatakan, pembangunan perguruan tinggi di suatu daerah pada dasarnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sektor pendidikan, ekonomi maupun kehidupan sosial.
Namun, ia menyoroti lahan seluas 30 hektare tersebut yang hingga kini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh pihak Unanda.
Di sisi lain, lahan itu masih dikelola masyarakat lokal sebagai lahan pertanian produktif berupa persawahan. Putra menyebut, lahan seluas 30 hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp4–5 miliar per tahun dari hasil pertanian.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena lahan itu sejak lama disebut-sebut akan digunakan untuk pembangunan perguruan tinggi negeri.
Karena itu, Putra meminta Bupati Luwu mempertimbangkan kepentingan masyarakat kecil, khususnya para petani yang selama ini mengelola lahan tersebut.
“Saya kira Bupati Luwu wajib mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional atau swasembada pangan,” kata Putra.
Ia menilai, daripada menunggu rencana pembangunan perguruan tinggi negeri yang belum memiliki kepastian, lahan tersebut sebaiknya dikembalikan kepada masyarakat untuk dikelola. Menurutnya, pemanfaatan lahan sebagai area pertanian juga sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Kita sama-sama ketahui negara sedang gencar-gencarnya menyosialisasikan Program Ketahanan Pangan Nasional dengan berbagai strategi Kementerian Pertanian, misalnya Program Optimalisasi Lahan melalui pencetakan sawah dan lain sebagainya,” ujarnya.
Putra juga mengapresiasi program pemerintah tersebut. Namun, ia meminta agar lahan pertanian produktif yang ada tidak dialihfungsikan untuk kepentingan yang hingga kini belum memiliki kepastian.
“Jangan lahan produktif yang ada malah dialihfungsikan untuk hal-hal yang sampai saat ini tidak jelas, apakah akan dibangun perguruan tinggi atau tidak,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan komitmen awal penyerahan lahan tersebut yang disebut ditujukan untuk menunjang Universitas Andi Djemma menjadi perguruan tinggi negeri.
“Apakah komitmen penyerahannya sesuai dengan komitmen awal, yaitu menunjang Unanda menjadi PTN? Kan sampai saat ini Unanda belum juga jadi PTN,” cetus Putra.
Putra diketahui baru terpilih sebagai Ketua EW LMND Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.






