Tulungagung,IntensNews.id – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1 dinyatakan positif terkontaminasi bakteri yang membuat ratusan pelajar di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengalami diare massal. Satgas MBG Tulungagung merekomendasikan agar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG Tanjungsari 1 dicabut, (14/10/2026).
Ketua Satgas MBG Tulungagung, Maya Dewajanti, mengatakan kasus keracunan MBG pertama kali ditemukan di SPPG Tanjungsari 1 yang sudah mengantongi SLHS. Hal ini menunjukan bahwa SLHS tidak dapat memastikan keamanan makanan.
“Meski memiliki SLHS belum jaminan benar-benar aman. SPPG Tanjungsari 1 ini kasus pertama keracunan meski memiliki SLHS,” ujarnya.
Satgas MBG Tulungagung akan memberikan rekomendasi kepada BGN untuk mencabut SLHS SPPG Tanjungsari 1. Hal itu dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
“Dengan adanya kejadian ini, otomatis SLHS SPPG Tanjungsari 1 dicabut,” terangnya.
Menurut Maya, SPPG Tanjungsari 1 harus mengurus dari awal untuk bisa mendapat SLHS kembali. Sembari menjalankan rekomendasi dari Satgas MBG Tulungagung usai kasus keracunan di SMKN 1 Boyolangu.
“Jadi mereka harus berproses SLHS dari awal. Sesuai dengan ketentuan, memang tahapannya seperti itu,” jelasnya.
Pencabutan SLHS akan menjadi pembelajaran bagi SPPG dan mitra. Bahkan SOP harus dijalankan dan dipatuhi. Sehingga keamanan makanan dapat terjamin.
“SOP itu harus benar-benar dipatuhi. Artinya memiliki SLHS belum menjadi jaminan benar-benar aman, yang penting adalah kepatuhan terhadap SOP,” paparnya.
Diketahui sebelumnya, bahwa kasus keracunan MBG yang menimpa 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung terjadi pada 16 September 2026. Satgas MBG dan Polres Tulungagung telah mengambil sampel menu makanan untuk uji laboratorium.
Dari hasil uji laboratorium, diketahui bahwa menu MBG dari SPPG Tanjungsari terkontaminasi bakteri yang membuat ratusan siswa dan guru mengalami diare massal.






