Dari Reviewer Kuliner Jadi Pemilik HOCO Coffee, Bea Cukai Aceh Dorong UMKM Siap Ekspor

  • Bagikan

Banda Aceh,IntensNews.id, (24/09/2025) – Perjalanan bisnis Meriza Akbar, pemilik HOCO Coffee, menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Aceh. Awalnya, Meriza dikenal sebagai reviewer kuliner. Dari hobinya tersebut, ia banyak belajar tentang dunia usaha makanan dan minuman, hingga akhirnya memberanikan diri membuka kafe pertamanya, Kelsy Coffee.

Namun, awal usaha tidak berjalan mulus. Mengandalkan promosi konvensional membuat bisnisnya sulit berkembang. Titik balik datang ketika ia mendirikan outlet pertama HOCO Coffee di Lampineung. Saat membuka outlet kedua di Lamtemen, ia mulai serius memanfaatkan media sosial. Strategi digital marketing inilah yang membuat HOCO Coffee mendapat tempat di hati masyarakat Banda Aceh.

Tantangan lain hadir pada 2019 saat pandemi. Promosi digital sempat lesu karena muncul stigma negatif terhadap produk endorse selebgram. Menjawab kondisi itu, Meriza berinovasi dengan menggandeng 100 mikro influencer. Mereka diminta mencoba produk HOCO Coffee dan membagikan ulasan di media sosial. Hasilnya, HOCO Coffee kian dikenal luas dan kini telah memiliki tiga outlet di Banda Aceh.

Kisah sukses Meriza dibagikan dalam Program Dukungan Kemenkeu Satu Aceh terhadap UMKM, yang digelar Rabu (24/9/2025) di Aula Gedung D, GKN Banda Aceh. Acara ini diikuti oleh UMKM binaan Kemenkeu Satu Aceh bersama Kanwil DJPb Provinsi Aceh.

Selain cerita inspiratif Meriza, kegiatan ini juga menghadirkan materi dari berbagai unit vertikal Kementerian Keuangan.

Kanwil DJP Aceh: NPWP dan kewajiban perpajakan UMKM.

Kanwil DJKN Aceh: mekanisme lelang.

Kanwil DJPb Aceh: akses kredit usaha rakyat (KUR).

Kanwil Bea Cukai Aceh: prosedur perdagangan internasional.

Muparrih, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, memaparkan cara mencari buyer luar negeri, menyusun dokumen ekspor (sales contract, invoice, packing list), serta dokumen pengangkutan (Bill of Lading dan Air Waybill). Ia juga menekankan pentingnya memahami Incoterms, serta menjelaskan bahwa ekspor kini semakin mudah berkat sistem paperless berbasis internet.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi Kemenkeu Satu Aceh dalam mendukung UMKM agar tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global.

 

Sumber: Bea Cukai Aceh

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *