Akses Jalan Perbatasan Ulumusi–Pasma Air Keruh Terancam Putus Akibat Longsor

  • Bagikan

EMPAT LAWANG,IntensNews.id — Akses jalan lintas di kawasan tugu perbatasan antara Kecamatan Ulumusi dan Pasma Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang, terancam putus akibat longsor parah pascahujan deras yang mengguyur wilayah tersebut seharian penuh.

Titik longsor berada tepat sebelum tanjakan dan tebing yang dikenal warga dengan sebutan Tematang Kambing. Kondisi badan jalan yang nyaris tergerus membuat para pengguna kendaraan, khususnya roda empat, khawatir jalur tersebut akan lumpuh total apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Longsor terjadi di jalur vital penghubung antar kecamatan yang sebelumnya juga sempat mengalami kerusakan beberapa pekan lalu. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian badan jalan telah tergerus dan kini hanya menyisakan jalur sempit yang dinilai sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Material tanah bercampur air keruh masih terlihat menutupi area sekitar lokasi kejadian.

“Jika badan jalan ini sampai putus dan kembali diguyur hujan, kami akan kesulitan menuju Tebing Tinggi, pusat Kota Empat Lawang. Hanya jalur ini yang paling cepat untuk menuju ke sana,” ujar salah seorang pengemudi travel trayek Tebing Tinggi–Lahat–Pagaralam yang enggan disebutkan namanya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya masih memiliki jalur alternatif melalui Desa Kunduran atau Simpang Perigi, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Namun, rute tersebut dinilai lebih jauh dan memakan waktu perjalanan lebih lama.

Untuk tujuan menuju Kepahiang dan Bengkulu, jalur melalui Desa Simpang Perigi memang lebih cepat. Akan tetapi, jalur tersebut dianggap kurang efisien bagi warga Kecamatan Pasma Air Keruh yang hendak menuju pusat Kota Empat Lawang.

Warga dan pengguna jalan pun mendesak Pemerintah Kabupaten Empat Lawang agar segera turun tangan melakukan perbaikan di titik longsor tersebut. Mereka khawatir apabila kondisi ini terus dibiarkan, akses jalan akan terputus total dan menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi warga di dua kecamatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terkait rencana penanganan longsor di lokasi tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *