Serang,Intensnews.id – Sebuah bangunan masjid yang tengah direnovasi di Desa Kaduagung, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten, dilaporkan runtuh pada Kamis (22/1/2026). Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Informasi awal diterima dari seorang warga bernama Suni, yang kebetulan melintas menggunakan sepeda motor sesaat setelah kejadian di lokasi. Melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Intensnews.id, ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.02 WIB. Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing bangunan masjid berserakan di area sekitar.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang membenarkan insiden runtuhnya bangunan masjid yang sedang dalam tahap renovasi tersebut. Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E. Wangga, menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya berlangsung pada pukul 09.30 WIB, saat sejumlah warga sedang melakukan kegiatan gotong royong.
“Kejadian bermula ketika para korban sedang bergotong royong, namun tiba-tiba bangunan ambruk dan menimpa korban,” ujar Jhony.
Ia menambahkan, laporan resmi baru diterima BPBD pada pukul 11.30 WIB. Setelah itu, BPBD langsung mengerahkan tim penyelamat Damkar BPBD bersama Basarnas ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Akibat insiden tersebut, tiga orang warga menjadi korban. Satu korban bernama Jueni (60), warga Kampung Bojong RT 01/01 Desa Kaduagung, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Gunungsari.
“Informasi terbaru, korban atas nama Bapak Jueni dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas,” tambah Jhony.
Sementara itu, dua korban lainnya yakni Hamdan (60) dan Muhadi (45) mengalami luka ringan. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Gunungsari bersama korban lainnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting akan perlunya penerapan standar keselamatan kerja dan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan konstruksi maupun renovasi bangunan, terutama yang melibatkan partisipasi masyarakat secara gotong royong, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.






