Intensnews.id, PALEMBANG – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) melalui Direktorat Sistem Komunikasi menggelar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini bertempat di Hotel the Zuri Hotel Palembang,Kamis (25/7/2024)
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada stakeholder yang berkecimpung di bidang pelayaran tentang pentingnya alat pemancar signal marabahaya.

Dalam hal ini Basarnas juga berkolaborasi dengan Kantor Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang yang berwenang melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran.
Kegiatan ini Sebagai salah satu implikasi hadirnya Undang-Undang No 29 Tahun 2014 maka Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) wajib memiliki data radio beacon yang digunakan oleh para stakeholder di Indonesia baik di bidang penerbangan, pelayaran, maupun perorangan.

Kegiatan Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigadir Jenderal TNI Denny Dahtiar,S.T ,dengan melibatkan 65 stakeholder dibidang pelayaran yang terdiri dari unsur Pemerintahan, Perusahaan Pelayaran yang ada di wilayah Basarnas kota Palembang Sumsel .
Saat di wawancarai usai pembukaan Kegiatan sosialisasi Brigjen TNI Denny Dahtiar,S.T menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Direktorat Sistem Komunikasi iyalah Sosialisasi Sistem Deteksi Dini yang secara kebetulan ditahun ini dilaksanakan di 2 Wilayah yaitu yang pertama di Balikpapan dan Kedua di Palembang .

Untuk pemilihan tempat sendiri biasanya kira berkomunikasi dengan kepada UPT ataupun Kakansar dimana untuk mencari tahu berapa banyak perusahaan-perusahaan pelayaran yang bergerak dalam jasa transportasi laut yang berada di daerah tersebut.
Dalam kegiatan ini di ikuti oleh para operator pelayaran atau pemilik kapal baik dari instansi pemerintah, TNI, Polri, maupun Swasta serta kelompok nelayan dengan harapan dapat lebih banyak disosialisasikan kepada para pemilik modal transportasi kelautan yang punya-punya kapal baik untuk penumpang ataupun yang memiliki kapal untuk nelayan .
“Adapun dalam kegiatan sosialisasi ini kita memperkenalkan sebuah fasilitas dan peralatan-peralatan yang digunakan oleh Basarnas dalam melaksanakan fungsi deteksi dini. Peralatan tersebut diantaranya Medium Earth Orbiting Local User Terminal (MEO-LUT), Flight Monitoring System (FMS), dan Vessel Monitoring System (VMS).
Alat -alat ini akan kita perkenalkan kepada masyarakat yang memiliki moda transportasi laut dengan harapan supaya mereka memiliki dan kalau sudah memiliki dapat meregistrasi kepada Basarnas,”katanya
Dan untuk kesempatan ini kita akan memperkenalkan tiga jenis alat kepada pemilik kapal seperti Emergency Locator Transmitter (ELT): Digunakan di pesawat terbang, Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB): Digunakan di kapal laut dan Personal Locator Beacon (PLB) yang digunakan untuk perorangan yang berkegiatan beresiko seperti para pencinta alam, penjelajah dan lain-lain,”Jelasnya
Direktur Sistem Komunikasi Basarnas menerangkan bahwa pelaksanaan sosialisasi sistem deteksi dini ini bertujuan untuk memahami bahwa untuk kemungkinan adanya tingkat kedaruratan dilaut terjadi ,”terangnya
“Maka dengan adanya sosialisasi ini harapannya mereka ada suatu sistem yang bisa di gunakan untuk mereka membuat atau meminta pertolongan kebelakang dengannya alat ini apabila ada hal yang darurat maka alat ini akan berfungsi memancarkan ke udara yang akan ditangkap ke satelit kemudian ditangkap oleh command center Basarnas kemudian disampaikan kepada UPT terdekat yang ada kejadian ini,”jelasnya
Dengan harapan masyarakat memahami bahwa ada sebuah sistem yang bisa untuk meminta pertolongan kepada pemerintah dalam hal ini Basarnas,”Ungkapnya






