Bertahun-Tahun Terabaikan, Pasutri Lansia di Empat Lawang Bertahan Hidup dari Belas Kasih Tetangga

  • Bagikan

EMPAT LAWANG, Intensnews.id — Di sebuah rumah sederhana berukuran sekitar 9 x 4 meter, berdinding papan kayu yang mulai rapuh dan beratapkan seng berkarat, pasangan suami istri lanjut usia di Desa Lubuk Cik, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, bertahan menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan.

Toni (80) dan istrinya, Supni (70), mengaku selama bertahun-tahun tidak pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, keduanya kini bergantung pada bantuan kepala desa dan para tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kalau tidak ada yang memberi, kami berdua terpaksa menahan lapar. Kami merasa sangat malu setiap hari harus diberi makan oleh kepala desa dan para tetangga. Tapi apa daya, kami sudah tidak sanggup lagi untuk bekerja,” ungkap Toni dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Sabtu (19/9/2026).

Di usia senja, tenaga Toni semakin terbatas. Untuk berjalan dalam jarak jauh pun ia mengaku sudah kesulitan. Kondisi tersebut membuatnya tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pasangan ini juga tidak memiliki kebun maupun sawah yang dapat digarap sebagai sumber penghasilan.

Kehilangan Tujuh Anak

Kisah hidup Toni dan Supni semakin berat setelah mereka kehilangan sebagian besar anak-anaknya.

Dari delapan anak yang pernah mereka miliki, tujuh di antaranya meninggal dunia ketika masih kecil. Satu-satunya anak yang bertahan hingga dewasa kemudian menikah, namun akhirnya juga meninggal dunia setelah menjadi korban pembunuhan saat bekerja di kebun.

Dari pernikahan anak tersebut, Toni dan Supni memiliki tiga orang cucu. Dua cucu perempuan ikut bersama suaminya masing-masing, sementara seorang cucu laki-laki memilih merantau dan jarang pulang.

“Pernah cucu saya datang menjenguk, tapi itu sangat jarang. Di rumah ini sekarang hanya ada kami berdua saja,” tutur Toni.

Kini, rumah sederhana tersebut menjadi tempat keduanya menjalani hari-hari di usia lanjut, tanpa penghasilan tetap dan dengan kondisi fisik yang semakin terbatas.

Kepala Desa Sudah Berupaya

Kepala Desa Lubuk Cik, Suryadi, mengatakan pihaknya telah berupaya menyampaikan kondisi Toni dan Supni kepada Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang agar keduanya dapat memperoleh bantuan sesuai ketentuan.

Namun, menurut Suryadi, hingga saat ini belum terlihat tindak lanjut yang diharapkan.

“Kami heran, kenapa data penerima bansos tidak pernah diperbarui. Selalu saja data lama yang menerima, padahal masih banyak warga yang jauh lebih berhak dan membutuhkan seperti Bapak Toni dan Ibu Supni,” ujar Suryadi.

Ia berharap pendataan penerima bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih teliti dan berkala sehingga warga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan.

Menurutnya, kondisi Toni dan Supni menjadi gambaran bahwa pembaruan data penerima bantuan sangat penting agar program sosial pemerintah dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga lanjut usia yang sudah tidak mampu bekerja.

“Harapan kami pemerintah dapat lebih teliti dan cermat dalam pendataan maupun penyaluran bantuan sosial, agar bantuan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan,” katanya.

Kondisi pasangan lansia tersebut kini menjadi perhatian pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, bantuan dari tetangga menjadi penopang utama agar keduanya tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kordi Jorgie

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *