Dapur MBG Jayapura 2 di Tasikmalaya Disorot: IPAL Dipertanyakan, Sertifikat Higiene Belum Terbit

  • Bagikan

Tasikmalaya, intensnews.id – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Jayapura 2 di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi perhatian warga. Senin (26/1/2026)

Dapur yang telah beroperasi sekitar dua bulan tersebut disebut-sebut belum sepenuhnya memenuhi standar teknis, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kelengkapan administrasi higiene sanitasi.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi IPAL yang dinilai belum tertata optimal. Selain itu, terdapat pertanyaan dari masyarakat mengenai kesesuaian menu makanan dengan standar gizi program MBG.

Warga berharap aspek keamanan lingkungan dan kualitas makanan benar-benar diperhatikan mengingat program ini menyasar anak-anak dan menggunakan anggaran negara.

Koordinator SPPI Kecamatan Cigalontang, Rizki, membenarkan bahwa IPAL masih dalam tahap penyesuaian dan belum dipindahkan dari posisi awalnya. Ia juga menjelaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) masih dalam proses pengurusan.

Terkait menu makanan, Rizki menyebut penyusunan dilakukan berdasarkan perhitungan ahli gizi dan menjadi kewenangan masing-masing dapur.

Keluhan lain datang dari kader di Desa Cidugaleun yang menyebut distribusi menu B3 beberapa kali mengalami keterlambatan, dengan alasan jarak tempuh. Kondisi tersebut dinilai perlu evaluasi agar distribusi berjalan tepat waktu dan sesuai standar pelayanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah evaluasi atau tindak lanjut terhadap operasional Dapur MBG Jayapura 2. Masyarakat berharap pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *