Di Balik Jeruji, Ratusan Domba Tumbuh Subur di Lapas Tulungagung

  • Bagikan

TULUNGAGUNG, IntensNews.id — Siapa sangka, di balik jeruji besi Lapas Kelas IIB Tulungagung kini berkembang peternakan domba yang dikelola langsung oleh warga binaan. Program pembinaan kemandirian ini berhasil meningkatkan populasi ternak hingga ratusan ekor dalam waktu relatif singkat.

Staf Bimbingan Kerja Lapas, Arno Putro, menjelaskan bahwa program peternakan domba telah berjalan sekitar enam bulan terakhir sebagai bagian dari pembinaan keterampilan bagi narapidana.

“Program ini ditujukan agar warga binaan belajar merawat ternak domba. Sehingga saat kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki bekal keterampilan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Program ini diinisiasi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto. Pada Juli 2025, peternakan dimulai dengan 10 ekor domba betina dan 1 ekor pejantan.

Setiap bulan dilakukan pengkolonian antara pejantan dan betina, dilanjutkan pemeriksaan USG secara berkala untuk memastikan kebuntingan. Domba yang dinyatakan bunting dipisahkan dari kelompok, mengingat masa kebuntingan berlangsung sekitar lima bulan.

“Awalnya hanya 11 ekor, sekarang sudah berkembang menjadi 116 ekor,” jelas Arno.

Warga binaan bertugas merawat ternak mulai dari membersihkan kandang hingga pemberian pakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dua jenis domba yang dikembangkan yakni Dorper dan Texel.

Meski populasi terus bertambah, hingga kini baru satu ekor domba yang dijual saat panen raya. Hal tersebut karena pihak Lapas masih memfokuskan pada pengembangbiakan ternak.

“Kami masih fokus pada penambahan populasi,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan pakan, Lapas bekerja sama dengan petani lokal. Pakan berupa jagung dan konsentrat masih didatangkan dari luar karena belum dapat diproduksi secara mandiri.

Program ini diharapkan menjadi media pembelajaran kemandirian bagi warga binaan sekaligus mendukung program nasional ketahanan pangan. Selain membekali keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan positif agar warga binaan lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *