PANGKEP, Intensnews.id — Kerusakan tanggul saluran air di Dusun I, Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mulai mengancam lahan pertanian warga.
Tanggul yang jebol menyebabkan aliran air berubah arah dan masuk ke areal persawahan. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian lahan pertanian warga berubah menyerupai aliran sungai baru yang membelah hamparan tanaman padi.
Kondisi itu mendapat perhatian dari Anggota DPRD Pangkep Syamsinar, yang turun langsung meninjau lokasi pada Selasa. Dalamq tokoh masyarakat Bang Dul dan pemilik lahan.
Ia melihat langsung dampak kerusakan tanggul terhadap areal persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Jebolnya tanggul menyebabkan aliran air berubah arah dan masuk ke area persawahan. Lahan yang sebelumnya bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam kini berubah menjadi aliran sungai,” ungkap Syamsinar di lokasi.
Pemilik sawah, H. Baharuddin, mengaku khawatir kerusakan tersebut akan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Menurutnya, aliran air yang terus masuk ke lahan pertanian berpotensi memperluas kerusakan dan menimbulkan kerugian bagi para petani.
“Kalau tanggul ini tidak segera diperbaiki, air akan terus masuk ke sawah dan lahan kami semakin rusak. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujarnya.
Syamsinar menegaskan, penanganan tanggul jebol tidak boleh dilakukan secara parsial atau sekadar menutup bagian yang rusak.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sistem irigasi dan pola aliran air di kawasan tersebut. Langkah itu penting untuk memastikan perbaikan yang dilakukan dapat bertahan dan mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
“Jangan sampai lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani berubah menjadi aliran sungai hanya karena tanggul rusak dan aliran air tidak lagi berada pada jalurnya. Ini urusan hajat hidup orang banyak,” tegas Syamsinar.
Syamsinar mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendorong percepatan penanganan, baik langkah darurat maupun perencanaan perbaikan secara permanen.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum kerusakan semakin meluas dan berdampak permanen terhadap lahan pertanian serta kehidupan para petani.
Perbaikan tanggul dinilai penting bukan hanya untuk mengembalikan fungsi saluran air, tetapi juga menjaga keberlangsungan lahan pangan dan mata pencaharian masyarakat Desa Tabo-Tabo.





