Tasikmalaya, intensnews.id – Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki tahapan akhir. Munculnya empat kandidat terbaik yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi menjadi sorotan publik,mengingat jabatan Sekda memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Sebagai jabatan tertinggi dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah, Sekda memiliki tanggung jawab besar dalam mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah, memastikan program pembangunan berjalan efektif, serta menjadi penghubung utama antara kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Karena itu, figur yang akan menduduki posisi tersebut dituntut memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, integritas yang teruji, pengalaman birokrasi yang memadai, serta kemampuan membangun sinergi lintas sektor demi terciptanya pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tahapan akhir seleksi ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem meritokrasi yang menjunjung tinggi kompetensi dan profesionalisme. Masyarakat berharap proses penentuan Sekda dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Pengamat pemerintahan menilai bahwa keterbukaan dalam proses seleksi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik. Sebab, masyarakat tidak hanya memperhatikan siapa yang akan terpilih, tetapi juga bagaimana proses pengambilan keputusan tersebut dilaksanakan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan tata kelola keuangan daerah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, kehadiran seorang Sekda yang kompeten menjadi kebutuhan mendesak.
Sekda yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak reformasi birokrasi, memperkuat koordinasi antar instansi, serta memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Serikat Masyarakat Tasikmalaya (SEMATA),Ahmad Nazmudin saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa proses seleksi Sekda harus benar-benar menghasilkan figur terbaik yang mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat luas.
“Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan jantung birokrasi daerah. Kami berharap proses seleksi dilakukan secara profesional dan menghasilkan sosok yang memiliki integritas, kapasitas, serta keberanian dalam mendorong perubahan birokrasi ke arah yang lebih baik. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.Senin (15/06/2026)
Menurutnya, siapapun yang nantinya dipercaya menduduki jabatan Sekda harus mampu menjaga netralitas birokrasi serta menjadi penggerak utama percepatan pembangunan daerah.
Kini masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menantikan keputusan akhir dari proses seleksi tersebut. Harapannya sederhana namun sarat makna, yakni lahirnya seorang Sekda yang mampu membawa birokrasi lebih profesional, responsif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebab pada akhirnya, jabatan Sekda bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah besar untuk mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan pembangunan daerah berjalan demi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya serta kesejahteraan seluruh masyarakatnya.






