Guru Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Al-Qur’an dalam menanamkan nilai-nilai akhlak serta membentuk kepribadian siswa yang berkarakter Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara sederhana, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Al-Qur’an tidak hanya berperan sebagai pengajar dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai teladan dalam bersikap dan berperilaku. Sikap sabar, disiplin, serta keteladanan guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter peserta didik. Selain itu, pendekatan yang digunakan guru, seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, pemberian nasihat, dan penguatan nilai-nilai akhlak, terbukti mampu membentuk kebiasaan positif pada siswa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberadaan guru Al-Qur’an sangat efektif dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas guru Al-Qur’an agar mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam dunia pendidikan.
Pendahuluan
Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Saat ini, masih banyak ditemukan peserta didik yang kurang menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan akhlak yang baik. Hal ini menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan.
Guru Al-Qur’an memiliki posisi penting dalam mengatasi permasalahan tersebut. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, siswa tidak hanya diajarkan membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam praktiknya, guru Al-Qur’an sering menjadi sosok yang diteladani oleh peserta didik.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Al-Qur’an dalam membentuk karakter peserta didik serta bagaimana upaya yang dilakukan dalam proses pembelajaran.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah guru Al-Qur’an dan beberapa peserta didik di lingkungan sekolah.
Instrumen yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru, Hasil dan Pembahasan
serta pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, guru Al-Qur’an memiliki beberapa peran utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Pertama, sebagai pendidik, guru mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kedua, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan nasihat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, guru juga berperan sebagai teladan. Sikap sabar, lemah lembut, dan konsisten dalam beribadah yang ditunjukkan guru menjadi contoh nyata bagi peserta didik. Dari hasil observasi, terlihat bahwa siswa yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an cenderung memiliki sikap yang lebih sopan dan disiplin.
Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan beberapa metode seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, pemberian motivasi, dan penguatan nilai akhlak. Metode ini terbukti cukup efektif dalam membentuk kebiasaan positif pada siswa.
Namun, terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya minat sebagian siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Meskipun demikian, guru tetap berusaha mengatasi kendala tersebut dengan pendekatan yang lebih personal dan memberikan motivasi secara terus-menerus.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Peran tersebut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan.
Upaya yang dilakukan guru melalui pembiasaan, keteladanan, dan pemberian nasihat terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu. (2015). Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Arifin, M. (2012). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Daradjat, Zakiah. (2014). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.





