HMM-FEB UNANDA Gelar Bazar Dialog Bahas Dampak Nilai Tukar Dolar terhadap Warga Desa

  • Bagikan

PALOPO, IntensNews.id — Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma (HMM-FEB UNANDA) menggelar kegiatan Bazar Dialog bertema “Dollar dan Rupiah: Apakah Penting Bagi Warga Desa?” pada Jumat (19/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WITA itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Diskusi membahas keterkaitan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga desa.

Ketua Umum HMM-FEB UNANDA, Muh Aldi, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap perubahan nilai tukar dolar dan rupiah hanya berdampak pada kalangan tertentu.

“Padahal secara tidak langsung pengaruhnya juga dirasakan oleh warga desa melalui harga kebutuhan pokok, biaya produksi pertanian, hingga daya beli masyarakat. Melalui dialog ini, kami ingin membuka ruang diskusi dan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa ekonomi global memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang bermanfaat dan mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu-isu ekonomi.

Sementara itu, Demisioner Ketua HIMAGRO UNCP, Fitri Amandasari, menilai fluktuasi nilai tukar dolar dan rupiah tidak hanya menjadi persoalan ekonomi nasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa.

“Kita boleh saja tersenyum mendengar kelakar bahwa orang desa tidak pakai dolar. Namun hari ini kita sadar, meski tangan mereka memegang rupiah, isi piring mereka ditentukan oleh dolar. Di balik setiap rupiah yang melemah, ada keringat petani, buruh, dan warga desa yang nilainya ikut tergerus,” katanya.

Menurutnya, menjaga stabilitas rupiah merupakan bentuk perlindungan terhadap kesejahteraan masyarakat kecil agar tidak semakin terbebani oleh dampak ekonomi global.

Pandangan serupa disampaikan Kader LMND Palopo, Muh Afif Amir. Ia mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di Indonesia.
“Permasalahan nilai mata uang dolar terhadap rupiah sangat berdampak kepada masyarakat. Mahasiswa tidak boleh diam ketika ada masalah yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BEM Fakultas Hukum UNANDA, Muh Afif Iklash, mengajak peserta untuk lebih kritis dalam melihat berbagai kebijakan publik yang menurutnya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti sejumlah isu nasional, mulai dari polemik Ibu Kota Nusantara (IKN), melemahnya nilai tukar rupiah, hingga kenaikan harga bahan bakar yang dinilai berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

“Berbagai persoalan tersebut bukan sekadar angka statistik atau perdebatan elit politik semata. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang harus menghadapi meningkatnya harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, memiliki keterkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *