OKI, IntensNews.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Lintas Pasar Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (9/6/2026) sore, disambut antusias oleh warga setempat. Curah hujan yang mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB itu bahkan disertai angin kencang yang sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Meski berlangsung dalam waktu relatif singkat, hujan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat yang selama kurang lebih dua pekan terakhir menghadapi cuaca panas ekstrem dan debu tebal yang menyelimuti kawasan pasar maupun permukiman warga.
Salah seorang warga berinisial HW mengaku bersyukur atas turunnya hujan yang dinilai mampu mengurangi debu yang selama ini mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.
“Sudah sekitar dua minggu cuaca sangat panas dan berdebu. Setelah hujan turun, kondisi jalan menjadi lebih bersih dan kawasan pertokoan terlihat lebih nyaman dipandang,” ujarnya.
Menurut HW, tanda-tanda hujan sebenarnya sudah terlihat sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.30 WIB, hujan lebih dahulu mengguyur kawasan permukiman di Desa Dabuk Rejo Blok M, Kecamatan Lempuing, sebelum akhirnya meluas ke wilayah Pasar Tugumulyo pada sore harinya.
Selain memberikan kesejukan, hujan yang turun juga membawa harapan bagi para petani yang saat ini tengah memasuki masa tanam padi. Mereka berharap curah hujan dapat kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan guna memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.
“Petani sangat berharap hujan kembali turun karena saat ini banyak yang sedang bercocok tanam padi. Air hujan tentu sangat membantu kondisi sawah,” tambahnya.
Kehadiran hujan di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Lempuing. Selain mampu meredam debu dan menurunkan suhu udara, hujan juga diharapkan dapat mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat setempat.
Masyarakat berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat ini dapat terus berlanjut sehingga aktivitas sehari-hari maupun kegiatan pertanian dapat berjalan dengan lebih optimal.





