BANYUASIN, INTENNEWS.ID – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin menggelar Apel Siaga Peningkatan Kewaspadaan, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, yang memberikan arahan kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan agar meningkatkan kesiapsiagaan selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam amanatnya, Erwedi Supriyatno menegaskan bahwa apel siaga ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapsiagaan seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.
“Apel siaga ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapsiagaan seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Ramadhan dan Idul Fitri memiliki makna penting bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan, sehingga membutuhkan perhatian serta pengamanan yang lebih optimal agar seluruh kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan apel siaga tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mewujudkan Lapas dan Rutan yang aman, bersih, dan berintegritas.
Peningkatan kewaspadaan selama Ramadhan dan Idul Fitri juga menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk mencegah peredaran narkoba, praktik penipuan, maupun bentuk pelanggaran lain yang dapat mengganggu stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Erwedi, keamanan merupakan fondasi utama dalam sistem penyelenggaraan pemasyarakatan. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, pelaksanaan program pembinaan, pelayanan, serta pemberdayaan warga binaan tidak dapat berjalan secara optimal.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa bulan suci Ramadhan juga menjadi momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan. Dalam suasana yang aman dan tertib, berbagai kegiatan keagamaan, pembinaan mental, serta penguatan nilai-nilai moral dapat dilaksanakan dengan baik.
Hal tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku serta meningkatkan kualitas diri warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dalam arahannya, ia juga menekankan kepada seluruh petugas pemasyarakatan agar melaksanakan tugas pengamanan selama Ramadhan dan Idul Fitri dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta integritas.
Petugas diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan di titik-titik rawan, melaksanakan kontrol serta penggeledahan secara rutin sesuai prosedur, dan mengoptimalkan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya.
Selain itu, petugas juga diingatkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis serta memberikan pelayanan yang baik, khususnya dalam mendukung pelaksanaan ibadah warga binaan serta layanan kunjungan keluarga pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
Di akhir amanatnya, Erwedi Supriyatno berharap apel siaga tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan soliditas seluruh jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan.
“Jadikan tugas pengamanan ini sebagai bentuk pengabdian yang tulus, sekaligus wujud integritas dan loyalitas kita kepada institusi, masyarakat, serta negara. Saya berharap seluruh jajaran dapat menjalankan tugas ini dengan penuh dedikasi sehingga situasi keamanan dan ketertiban di seluruh Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera Selatan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.






