Jangan Karena Kecewa kepada Pemerintah, Kita Berhenti Mencintai Indonesia

  • Bagikan

Jangan Karena Kecewa kepada Pemerintah, Kita Berhenti Mencintai Indonesia

Saya memahami ketika masyarakat kecewa kepada pemerintah.

Ada kebijakan yang tidak kita setujui. Ada persoalan yang belum diselesaikan. Ada keputusan yang mungkin membuat rakyat merasa tidak didengar. Bahkan, ada keadaan yang membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, apakah suara mereka benar-benar diperhatikan.

Kecewa itu hak. Kritik juga hak.

Dalam negara demokrasi, masyarakat berhak menyampaikan kritik, menyuarakan keberatan dan mempertanyakan kebijakan pemerintah.

Namun, jangan sampai rasa kecewa kepada pemerintah membuat kita kehilangan rasa memiliki terhadap bangsa ini.

Hari ini mungkin kita tidak suka dengan pemerintahnya. Besok pemerintah bisa berganti. Tetapi Indonesia tidak ikut berganti.

Begitu juga dengan Merah Putih.

Jangan karena kita marah kepada pemerintah, lalu kita enggan mengibarkan bendera Merah Putih pada Hari Kemerdekaan.

Bendera itu bukan milik pemerintah. Bendera itu milik kita semua.

Di balik Merah Putih terdapat sejarah panjang perjuangan. Ada pengorbanan, darah, air mata dan keberanian para pendahulu yang berjuang agar generasi hari ini dapat hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Mereka tidak berjuang untuk satu pemerintahan.

Mereka berjuang untuk Indonesia.

Karena itu, jika pemerintah dianggap salah, kritiklah pemerintahnya.

Jika kebijakannya tidak berpihak kepada rakyat, sampaikan keberatan kita.

Jika ada ketidakadilan, perjuangkan dengan cara yang benar.

Jika ada kebijakan yang merugikan masyarakat, gunakan ruang demokrasi untuk menyuarakan penolakan.

Tetapi jangan hukum Indonesia hanya karena kita kecewa kepada orang-orang yang sedang menjalankan pemerintahan.

Sebab negara dan pemerintah adalah dua hal yang tidak selalu sama.

Pemerintah bisa kita kritik.

Pemerintah bisa kita evaluasi.

Pemerintah bahkan bisa berganti melalui mekanisme konstitusional.

Tetapi tanah air adalah rumah bersama yang harus tetap kita jaga.

Indonesia bukan milik satu kelompok. Bukan milik satu partai. Bukan milik satu pemerintahan. Indonesia adalah milik seluruh rakyat yang hidup di dalamnya.

Hari ini mungkin kita berdiri sebagai rakyat yang kecewa.

Namun ketika Merah Putih berkibar, mari sejenak kita mengingat kembali siapa yang dahulu memperjuangkan kemerdekaan ini.

Mereka mungkin tidak mengenal kita.

Tetapi pengorbanan mereka memungkinkan kita menikmati kemerdekaan hari ini.

Maka ketika Merah Putih berkibar, yang kita hormati bukan siapa pemerintah yang sedang berkuasa.

Yang kita hormati adalah tanah air yang diwariskan para pejuang kepada kita.

Kita boleh berbeda pilihan.

Kita boleh berbeda pendapat.

Kita boleh mengkritik pemerintah dengan keras sekalipun.

Tetapi jangan biarkan perbedaan dan kekecewaan membuat kita saling membenci sebagai sesama anak bangsa.

Mari tetap kritis terhadap pemerintah.

Tetap berani menyuarakan kebenaran.

Tetap memperjuangkan keadilan.

Tetap mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat.

Namun, di atas semua itu, jangan pernah berhenti mencintai Indonesia hanya karena kita sedang kecewa kepada pemerintah.

Sebab pemerintah bisa berganti.

Kekuasaan bisa berpindah.

Tetapi Indonesia harus tetap kita jaga.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 🇮🇩

— Mistra Jamil, S.H., M.I.Kom

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *