PALEMBANG, IntensNews.id — Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Kasubbid PID AKBP Suparlan, S.H., M.Si., menekankan pentingnya peran “Full Informasi” dalam menangani dan mencegah Kebakaran Hutan, Perkebunan, dan Lahan (Karhutbunlah).
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Penanggulangan Karhutbunlah Jajaran Polda Sumsel, yang digelar di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini diikuti 180 peserta dan berlangsung hingga Kamis (7/8/2025).
AKBP Suparlan menegaskan bahwa teknik komunikasi modern berbasis informasi dapat sangat mendukung upaya mitigasi Karhutbunlah, terutama dalam aspek viralisasi dan dokumentasi.
Strategi Viralisasi:
1. Media Sosial – Menyebarluaskan kampanye pencegahan dan penanganan Karhutbunlah lewat platform digital seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.
2. Siaran Pers – Menyampaikan informasi resmi dan akurat kepada media massa dan publik secara luas.
3. Kolaborasi Influencer – Menggandeng tokoh media sosial untuk membantu mengedukasi masyarakat secara masif dan menarik.
Strategi Dokumentasi:
1. Foto dan Video Lapangan – Mendokumentasikan langsung proses pencegahan dan penanganan Karhutla sebagai bentuk transparansi dan bukti kerja.
2. Laporan Kegiatan – Menyusun laporan yang sistematis dan terstruktur untuk internal dan eksternal kepolisian.
3. Pembuatan Film Dokumenter – Sebagai sarana edukasi publik dan arsip penting untuk evaluasi.
“Dengan pendekatan viralisasi dan dokumentasi yang efektif, fungsi Humas Polri tidak hanya sebagai corong informasi, tapi juga sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah Karhutbunlah,” tandas AKBP Suparlan yang juga merupakan mantan anggota Brimob Polri Kelapa Dua Jakarta.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya serius Polda Sumsel dalam mendorong sinergi seluruh elemen untuk antisipasi bencana Karhutla, khususnya saat musim kemarau.





