Kadis Pendidikan Pessel: Program Nagari Pandai Dorong Siswa Beralih dari Aktivitas Digital ke Pembelajaran Berbasis Komunitas

  • Bagikan

Pesisir Selatan.Intensnews.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menegaskan bahwa Program Nagari Pandai merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis komunitas.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Seminar Program Pro Rakyat yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (5/8), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam seminar yang mengangkat tema “Membangun SDM Unggul Melalui Pendidikan Berkualitas, Literasi, dan Keterampilan Masa Depan”, Salim menjelaskan bahwa Program Nagari Pandai dirancang untuk memperkuat pendidikan formal maupun nonformal melalui pengembangan budaya literasi, pembentukan karakter, pelestarian budaya, pengembangan minat dan bakat, serta peningkatan keterampilan peserta didik.

Program tersebut juga dipadukan dengan Nagari Mengaji sebagai upaya memperkuat karakter religius dan membentuk akhlak generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Menurut Salim, salah satu fokus utama Program Nagari Pandai adalah mengubah pola aktivitas peserta didik agar tidak hanya terpaku pada penggunaan media digital, tetapi lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

“Melalui Program Nagari Pandai, aktivitas siswa kita arahkan dari aktivitas bermedia menuju aktivitas berkomunitas. Dengan keterlibatan dalam komunitas, anak-anak memiliki ruang belajar yang lebih luas sekaligus mampu mengembangkan keterampilan sosial, karakter, dan kreativitas,” ujarnya.

Ia menilai masih banyak waktu luang peserta didik di luar jam sekolah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, waktu tersebut dapat diisi dengan kegiatan literasi, pengembangan bakat, pembelajaran keterampilan, maupun aktivitas edukatif lainnya yang melibatkan masyarakat.

Selain itu, Salim juga menyoroti pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran orang tua di lingkungan keluarga.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 70 persen pembentukan karakter dan perilaku anak berasal dari lingkungan keluarga, sehingga kolaborasi antara orang tua dan satuan pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

Karena itu, Program Nagari Pandai bersama Nagari Mengaji dirancang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Salim menambahkan, keberhasilan program juga memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai agar kegiatan belajar berbasis komunitas dapat berjalan secara optimal. Kehadiran ruang-ruang belajar di lingkungan masyarakat diharapkan mampu mendekatkan proses pendidikan kepada peserta didik sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui pendidikan berbasis komunitas, siswa tidak hanya memperoleh ilmu dari guru di sekolah, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat yang memiliki pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan di berbagai bidang. Pendekatan tersebut diyakini mampu membentuk generasi Pesisir Selatan yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *