KAJAK Ancam Demo PT Sasmito, Soroti Penutupan Jalan Penghubung Masyarakat di Bagan Pete

  • Bagikan

JAMBI, Intensnews.id – Koalisi Anak Jambi Anti Korupsi (KAJAK) Provinsi Jambi berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Sasmito selaku kontraktor pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi.

Aksi tersebut dipicu oleh penutupan akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat sebagai penghubung antara Desa Sungai Bertam, Kabupaten Muaro Jambi, dengan Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Menurut Ketua Umum KAJAK Provinsi Jambi, Cahyadi Iman Suhanda, penutupan jalan tersebut menimbulkan keresahan masyarakat karena akses yang sebelumnya digunakan warga kini tidak dapat difungsikan lagi.

“Dalam peta lokasi terdapat akses jalan masyarakat yang selama ini menjadi penghubung antara Desa Sungai Bertam dan Kelurahan Bagan Pete. Saat ini jalan tersebut ditutup total dan belum ada jalan alternatif yang disiapkan,” ujar Cahyadi, Selasa (2/6/2026).

Persoalan tersebut mendapat perhatian masyarakat Desa Sungai Bertam. Salah seorang warga bernama Ismail menyebut jalan tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2012 setelah adanya hibah lahan dari masyarakat setempat.

“Jalan itu dibuka menggunakan dana APBD Kabupaten Muaro Jambi. Tanahnya merupakan hibah masyarakat agar dapat menjadi akses penghubung ke wilayah tetangga. Saat itu pembangunan dilakukan atas arahan Bupati Muaro Jambi periode Burhanuddin Mahir,” jelas Ismail.

Berdasarkan pantauan di lapangan, akses jalan dengan lebar sekitar enam meter dan panjang kurang lebih 600 meter tersebut saat ini tidak lagi dapat digunakan oleh masyarakat karena telah tertutup area pembangunan.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena merasa lahan yang sebelumnya dihibahkan untuk kepentingan umum kini tidak lagi memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal pembangunan jalan tersebut.

“Kami merasa dirugikan. Jalan yang dulu dibangun dengan dana pemerintah sekarang menjadi buntu. Masyarakat hanya ingin ada solusi atau jalan pengganti sebelum akses lama ditutup,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Muaro Jambi H. Bambang Bayu Suseno (BBS) mengaku pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat terkait penutupan akses jalan tersebut. Namun menurutnya, lokasi pembangunan berada di wilayah administratif Kota Jambi.

“Kami mendukung program Sekolah Rakyat karena merupakan program pemerintah pusat yang sangat baik untuk masyarakat. Namun terkait persoalan jalan ini tentu perlu ada komunikasi dan koordinasi antarpemerintah daerah agar masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

BBS juga meminta masyarakat tetap bersabar sembari menunggu solusi terbaik dari seluruh pihak yang terkait.

Sementara itu, KAJAK menilai perlu adanya dialog terbuka antara masyarakat, Pemerintah Kota Jambi, dan pihak pelaksana proyek agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Kami sudah menyampaikan keberatan kepada pihak pelaksana dan meminta difasilitasi untuk bertemu dengan Pemerintah Kota Jambi. Namun hingga saat ini belum ada solusi konkret terkait akses masyarakat tersebut,” kata Cahyadi.

Menurutnya, jika tidak ada penyelesaian yang jelas, KAJAK akan melanjutkan aksi demonstrasi dan menempuh langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami hanya ingin ada kejelasan dan solusi bagi masyarakat. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan baik justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar,” tegasnya.

KAJAK berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari jalan keluar sehingga pembangunan Sekolah Rakyat tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang selama ini menggunakan akses jalan tersebut.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *