Palembang,IntensNews. id – Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi kolaborasi preventif dengan generasi muda melalui kegiatan buka puasa bersama Organisasi Kepemudaan (OKP), Cipayung Plus, dan mahasiswa se-Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang, Senin (26/2/2026) pukul 17.30 WIB.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, melainkan bagian dari pendekatan dialogis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah yang berkontribusi terhadap stabilitas nasional.
Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, memimpin langsung kegiatan didampingi jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.
Mahasiswa sebagai Moral Force
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Ia menyebut mahasiswa dan pemuda sebagai moral force dan agent of change yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik serta menjaga suasana kondusif.
“Harkamtibmas bukan hanya tugas Polri. Ini tanggung jawab kita bersama. Dari forum ini akan lahir pemimpin masa depan yang menentukan arah bangsa,” ujar Kapolda.
Kapolda juga mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk menjaga narasi persatuan, menolak provokasi, serta mendorong ruang diskusi yang konstruktif dan inklusif.
Sejak menjabat awal Januari lalu, Kapolda aktif membangun komunikasi dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi kemahasiswaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi cooling system untuk menjaga Sumatera Selatan tetap kondusif.
Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial relatif rendah. Kondisi tersebut lahir dari kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
Kapolda menegaskan institusi Polri terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif demi perbaikan berkelanjutan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen membangun hubungan setara dengan generasi muda.
“Momentum Ramadhan ini kami maknai sebagai ruang memperkuat ukhuwah kebangsaan. Dialog yang terbangun hari ini menjadi pondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan inklusif,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan dialogis, diawali pembukaan, pemutaran video selayang pandang, sambutan, tausiyah Ramadhan, hingga buka puasa bersama.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Polda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan semata hasil penegakan hukum, tetapi juga buah dari komunikasi, kemitraan, dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa




