PALEMBANG, IntensNews.id – DPP Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) mengadakan acara Kuliah Umum Dengan tema Mewujudkan Penegakan Hukum Yang Humanis, Sabtu (10/10/2026) pukul 09.00 WIB di Rumah Dinas Walikota Palembang.
Sebagai narasumber dalam acara ini Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H dan Kajari Palembang, Moh Nasir, S.H., M.H.
Kegiatan juga dihadiri langsung Ketua Umum DPP Gencar, Charma Afrianto, SE didampingi Ketua Pelaksana Kegiatan DPP Gencar, Muhammad Haikal Alafafa S.Sos., M.Sos. Walikota Palembang, Ratu Dewa diwakili, para ormas, mahasiswa, karang taruna, dan lain-lainnya.
Sementara itu, M Haikal mengatakan bahwa, acara tersebut merupakan tradisi baru dalam Gencar. Yang mana biasanya dialog diskusi biasa, dimana bedanya kuliah umum ini lebih kepada bagaimana design nya itu masyarakat bisa membantu secara mendalam.
“Kalau dialog selesai sudah, kalau ini ada pemaparan yang lebih terstruktur, sistematis, mendalam. Dan ini kedepan akan kita lakukan lebih banyak lagi,” ujar Haikal.
Lanjutnya, pada kesempatan ini lebih berbicara masalah hukum karena memang saat ini masih banyak masalah hukum yang ada di kota Palembang Sumatera Selatan seperti kelengkapan, persoalan pidana.
“Kedepan, keluhan-keluhan masyarakat di akomodir didalam konteks bagaimana lembaga hukum itu bisa lebih humanis. Yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, sisi keadilan,” katanya.
Ditempat sama, Ketua Umum DPP Gencar, Charma Afrianto mengatakan, sangat mengapresiasi sekali apa yang disampaikan Kapolrestabes Palembang dan Kajari Palembang yang menyampaikan masalah penegakan hukum yang humanis.
“Kapolrestabes Palembang menyampaikan fenomena yang terjadi di Kota Palembang banyak sekali anak-anak muda menggelar aksi balapan-balapan liar, tawuran, konvoi kendaraan dijalan umum, belum lagi peristiwa keributan berujung saling melukai, saya melihat sibuk sekali kerjaan polisi tidak bisa tidur lagi mengurusi ini semuanya,” tegasnya.
Oleh karena itu, sambung Charma menambahkan bahwa, dengan adanya acara ini disadari semua seperti Forkopimda, Pemerintah Kota, jangan membebankan keamanan ini hanya kepada polisi.
“Ciptakan ekosistem oleh Pemkot, ekosistem investasi, ekosistem sosial, ekosistem ekonomi yang baik bagi masyarakat. Sehingga anak-anak muda ini mempunyai saluran,” ungkapnya.
Menurutnya, jika kita melihat di luar negeri misalnya, ada jalan yang terorganisir rapi sampai disisi kiri kanan jalan ada berjualan UMKM. “Kita bisa seperti itu, apabila kita ada kebijakan dari seorang pemimpin. Dan itu harus mendengarkan masukan dari masyarakat melalui Ormas, OKP, Mahasiswa, supaya kerja menjaga Kamtibmas bersama ini berjalan dengan lancar,” jelas Charma.
Lebih jauh katanya, element lainnya juga bisa turut membantu seperti media contohnya turun langsung memantau baik dari Polsek hingga pengadilan, mana hal-hal penindakan hukum yang biasanya tidak adil.
“Mengajak anak-anak muda mahasiswa di Kampus mendirikan namanya Klinik Hukum, dan organisasi masyarakat (ormas) itu harus satu persatu membuat konten setiap hari minimal 2 – 5 menit yang isinya tentang pendidikan hukum namun tentunya mendidik secara hukum, jangan memanasi, memprovokasi,” tegasnya.
“Tentunya ada masukan dari beberapa ormas acara kuliah umum ini akan terus berlanjut, di bulan depan tetapi dengan tema yang berbeda dan tentunya perlu dukungan dari semua pihak,” tutupnya.
Dalam forum tersebut, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menerangkan kepada peserta yang hadir dalam acara kuliah umum ini bahwa kasus yang tren dan menjadi atensi Kepolisian khususnya Polrestabes Palembang adalah 3C (Curat, Curas, Curanmor).
Selain itu, beliau menjelaskan tidak kalah menjadi perhatian saat ini khususnya anak -anak remaja yang sering melakukan balapan liar, tawuran, konvoi kendaraan dalam jumlah banyak, yang bisa mengganggu Kamtibmas di Kota Palembang.
Untuk antisipasi yang telah dilakukan Polretabes Palembang yakni dengan melakukan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) secara besar-besaran.
Teddy






