Kecamatan Banyuasin II Berhasil Bebas  Stunting 

  • Bagikan

Intensnews,Banyuasin-  Kecamatan Banyuasin II, sebuah daerah yang sebelumnya dihadapkan pada tantangan stunting, kini berhasil mengatasi permasalahan tersebut hingga mencapai angka nol persen. Stunting, yang merupakan akibat dari kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan anak, telah menjadi fokus serius pemerintah daerah.

Kepala Puskesmas Tanjung Api Api, Febrina JK, SKM, MSi, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan upaya sistematis yang melibatkan berbagai pihak. “Kami terus menerapkan strategi yang holistik untuk memastikan setiap anak di Kecamatan Banyuasin II mendapatkan asupan nutrisi yang cukup,” ungkap Febrina.

Salah satu faktor kunci kesuksesan ini adalah kebijakan pemberian asupan nutrisi melalui konsumsi ikan, mengingat daerah ini dikenal sebagai daerah nelayan. “Anak-anak kami mendapatkan asupan nutrisi yang baik melalui konsumsi ikan, yang menjadi pilihan utama di wilayah kami,” tambahnya.

Camat Banyuasin II, Ahmad Riduan, menegaskan bahwa keberhasilan menghapus stunting bukan hanya tanggung jawab satu sektor, melainkan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor kesehatan. “Kami juga memanfaatkan dana desa untuk mendukung Posyandu, memberikan bantuan nutrisi bagi ibu hamil, dan memastikan gizi anak-anak terjaga,” ungkap Ahmad Riduan.

Dampak positif dari upaya ini bukan hanya dirasakan selama masa kecil, tetapi juga membawa manfaat hingga masa dewasa. Keberhasilan Kecamatan Banyuasin II dalam mengatasi stunting menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain untuk mengadopsi langkah-langkah serupa dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh.

Frans Lemansari

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *