EMPAT LAWANG, IntensNews.id — Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua dalam peristiwa hanyut dan tenggelamnya dua anak di Sungai Musi, Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Korban kedua diketahui bernama Elsa binti Dodo (12), siswi SD Negeri 01 Sikap Dalam. Korban ditemukan pada Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 08.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan mengapung di pinggir Sungai Musi tepatnya di Desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang atau sekitar 9 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban pertama kali ditemukan warga yang sedang beraktivitas di sekitar sungai. Warga kemudian bersama masyarakat setempat melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka.
Sebelumnya, korban pertama bernama Bulan binti Ledi (12) telah ditemukan lebih dahulu pada Kamis (07/05/2026) sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Korban pertama ditemukan di Desa Gelanggang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang atau sekitar 50 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Kedua korban bersama empat rekannya diketahui pergi mandi dan berenang di Sungai Musi sepulang sekolah.
Saat sedang mandi, mereka tiba-tiba terseret derasnya arus sungai. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai, sedangkan Elsa dan Bulan hanyut sambil berpelukan hingga tenggelam.
Rekan korban sempat melakukan pencarian secara spontan, namun keduanya tidak berhasil ditemukan. Diketahui kedua korban tidak memiliki kemampuan berenang.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan dengan ditemukannya seluruh korban maka operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
“Alhamdulillah pada pencarian hari keempat seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama hingga seluruh korban ditemukan,” ujar Raymond.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya bagi anak-anak maupun warga yang tidak bisa berenang.
“Peran pengawasan orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas saat berada di sungai,” tambahnya.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, Damkar, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat.





