PALOPO,IntensNews.id – Sebuah pemandangan yang menyentuh hati terlihat di halaman RSUD Sawerigading Palopo, Kamis (30/10/2025).
Seorang pasien lanjut usia tampak menggunakan kursi roda dalam kondisi rusak saat dipindahkan dari Gedung Poliklinik menuju Instalasi Radiologi.
Kursi roda yang digunakan tampak tidak memiliki ban di sisi kanan serta tanpa penyangga kaki. Pasien perempuan itu didorong sejauh sekitar 60 meter melewati jalan yang tidak rata, hingga harus mengangkat lurus kedua kakinya sepanjang perjalanan karena bagian penyangga kaki sudah tidak ada.

Pemandangan tersebut mengundang perhatian pengunjung rumah sakit. Beberapa di antara mereka mengungkapkan keprihatinan atas kondisi alat bantu yang digunakan pasien.
“Masa rumah sakit besar seperti ini kursi rodanya sudah rusak tapi masih dipakai,” ujar seorang pengunjung dengan nada heran.
Dari pantauan IntensNews.id, kondisi kursi roda tampak aus, dengan ban sisi kanan hilang dan bagian pijakan kaki tidak lengkap. Meskipun demikian, alat tersebut tetap digunakan untuk mengantar pasien menuju ruang perawatan, menimbulkan rasa iba sekaligus kekhawatiran akan keselamatan pasien.
Menanggapi hal tersebut, pihak RSUD Sawerigading melalui Pengelola Pengaduan menjelaskan bahwa kursi roda dalam kondisi baik sebenarnya tersedia di area Poliklinik. Namun, pada waktu itu seluruh kursi roda sedang digunakan.
“Keluarga pasien yang melihat ada kursi roda di sudut ruangan mengambil inisiatif sendiri untuk memakainya, meskipun dalam kondisi rusak. Mungkin karena jaraknya tidak terlalu jauh dan agar pasien tidak menunggu lama,” tulis pihak rumah sakit melalui pesan WhatsApp.
Pihak RSUD juga menyampaikan bahwa untuk peningkatan pelayanan ke depan, telah direncanakan penambahan pengadaan kursi roda baru pada tahun 2026. Sementara itu, kursi roda yang rusak akan digudangkan apabila sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
Kejadian ini menjadi perhatian publik terhadap pentingnya pemeliharaan sarana kesehatan dan fasilitas penunjang pasien, terutama bagi kalangan lansia yang membutuhkan kenyamanan dan keamanan lebih.
Lebih dari sekadar persoalan alat, insiden ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan sejatinya berakar pada empati, kepedulian, dan tanggung jawab kemanusiaan.






