Intensnews.id, PALEMBANG – Keterlambatan bahasa pada anak usia dini dapat menjadi tanda adanya gangguan perkembangan yang perlu diatasi. Mengenali tanda-tanda keterlambatan bahasa sejak dini sangat penting agar masalah bahasa pada anak dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Tanda-Tanda Keterlambatan Bahasa pada Anak
– Kesulitan Membentuk Kata: Anak mungkin mengalami hambatan dalam mengucapkan bunyi atau kata dengan benar, bahkan sering kali menghilangkan beberapa bunyi dalam kata yang diucapkan.
“Kosakata Terbatas: Anak memiliki kosakata yang lebih sedikit dibandingkan anak seusianya dan kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan keinginannya.
“Kesulitan Mengikuti Instruksi: Anak mengalami kesulitan dalam memahami dan mengikuti instruksi yang diberikan karena tidak sepenuhnya memahami kata-kata yang digunakan.
” Merasa Frustrasi atau Marah: Anak merasa frustrasi atau bahkan marah ketika mencoba berkomunikasi karena kesulitan dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
” Menggunakan Gestur Tubuh Berlebihan: Anak lebih sering mengandalkan gestur tubuh atau bahasa tubuh untuk berkomunikasi karena kesulitan dalam menggunakan kata-kata.
Tahapan Perkembangan Berbicara Anak
– Usia 9 Bulan : Bayi mulai mengoceh dengan berbagai suara dan kata-kata sederhana.
– Usia 12 Bulan: Bayi mulai menirukan kata-kata yang didengar dan mengerti beberapa perintah sederhana.
– Usia 18 Bulan: Bayi mengucapkan sekitar 10-20 kata dasar dan mengenali nama orang, benda, dan beberapa bagian tubuh.
– Usia 2 Tahun: Anak mengucapkan setidaknya 50 kata dan berkomunikasi menggunakan 2 kosakata.
– Usia 3-5 Tahun: Kosakata anak meningkat dengan cepat dan mereka dapat memahami perintah yang lebih panjang.
•Penyebab Keterlambatan Bahasa pada Anak
– Kurangnya Stimulasi: Kurangnya stimulasi verbal yang baik pada anak dapat menyebabkan keterlambatan bahasa.
– Masalah Pendengaran: Gangguan pendengaran dapat membatasi keterampilan anak dalam meniru kata-kata dan menggunakan bahasa dengan benar.
– Gangguan pada Organ Mulut: Gangguan pada organ mulut seperti bibir sumbing atau tongue tie dapat memengaruhi kemampuan bicara anak.
– Autisme: Keterlambatan bahasa dapat menjadi gejala autisme, yaitu gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi perilaku dan komunikasi anak.
Orang tua dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran sejak bayi baru lahir dan memantau perkembangan bicara anak sesuai usia. Jika ditemukan tanda-tanda keterlambatan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau terapis wicara untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Terapi wicara dan stimulasi komunikasi dua arah dengan intonasi, kontak mata, dan ekspresi wajah yang sesuai dapat membantu anak mengejar keterlambatannya.
Dengan mengenali tanda-tanda keterlambatan bahasa pada anak usia dini, orang tua dapat segera mengambil tindakan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan
berbahasanya. Jika Anda curiga anak mengalami keterlambatan bahasa, sebaiknya
konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut,dan orang tua dapat mengambil langkah cepat untuk mendukung perkembangan bahasa anak agar tumbuh kembangnya optimal.





