Mgs. H. Syaiful Fadli, S.T., M.M Anggota DPRD Provinsi Sumsel Melaksanakan Resses Tahap II,Masih Banyak Warga Perbatasan Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

  • Bagikan

Intensnews,PALEMBANG –  Mgs. H. Syaiful Fadli, S.T., M.M Anggota DPRD Provinsi Sumsel melaksanakan reses tahap II Dapil 1 Kota Palembang bertempat RT 36 kelurahan kemas rindo kecamatan kertapati yang berbatasan langsung dengan desa sungai buaya kecamatan pemulutan kabupaten Ogan Ilir ,Kamis (7/8/2023)

“Dalam Resses kali ini sangat banyak usulan-usulan dan laporan Warga RT 36 Kelurahan Kemas Rindo disampaikan dalam Resses ini diantaranya terkait ke bantuan pemerintah kota Palembang baik bantuan sosial PKH maupun kartu Indonesia sehat (KIS) yang belum di terima warga dan juga tidak adanya posyandu di lingkungan RT 36 kelurahan kemas rindo dan juga warga mengusulkan bantuan perbaikan musholla .

Mgs. H. Syaiful Fadli, S.T., M.M mengatakan bahwa reses kali ini saya laksanakan di RT 36 kelurahan kemas rindo kecamatan kertapati perbatasan antara kota Palembang dan kabupaten Ogan ilir yang dimana masyarakatnya beridentitas KTP Ogan Ilir dan juga KTP  kota Palembang tapi sebagian besar disini warga kota Palembang sekitar kurang lebih seratus KK dan kurang lebih  270 mata pilih dan ini juga masuk dalam kebupaten Ogan Ilir di lihat tadi di depan anda bantuan dana desa dari Ogan Ilir .

Lanjut Syaiful , Dengan adanya perbatasan ini menjadi pertanyaan bagi kita kenapa pemerintah kabupaten Ogan Ilir saja yang bantu mana peran pemerintah kota Palembang dalam membantu warga kota Palembang itu sendiri.

“Dan dalam hasil Resses ini juga kita mendapatkan beberapa laporan warga yang sebagian besar tidak mendapat bantuan pemerintah contohnya bantuan sosial seperti PKH yang dari ratusan warga hanya orang 7 yang mendapat PKH artinya masih banyak yang belum tersentuh dengan bantuan pemerintah itu .

Yang lebih miris lagi warga di sini ketika ingin berobat harus ke puskesmas kabupaten Ogan ilir ,harusnya dengan kondisi yang padat penduduk pemerintah seharusnya membuat puskesmas, puskesmas pembantu atau minimal posyandu .”katanya

“Posyandu sendiri disini tidak ada jadi warga disini untuk memeriksa anak balitanya harus ke puskesmas Ogan Ilir dan posyandu terdekat terkait hal ini setidak nya menjadi sorotan ,Dengan adanya laporan ini saya akan mendorong dinas kesehatan agar dalam waktu dekat sudah ada Posyandu .”katanya

“Tadi juga ada laporan terkait kartu Indonesia sehat (KIS ) yang dimana masih banyak warga disini belum mendapatkan KIS yang dimana rata-rata warga di sini kebanyakan berkerja sebagai petani , lalu warga juga mengusulkan untuk memperbaiki musholla.”ucapnya

“Warga disini mempunya musholla Jamiatul Muslimin yang hampir roboh yang dimana musholla ini juga berfungsi sebagai masjid yang dimana setiap Jumat telah diadakan sholat Jum’at jadi kita kan mengetok perhatian pemerintah maupun perusahaan-perusahaan yang berada di ring satu di sekitar kecamatan kertapati kelurahan kemas rindo agar dapat membantu memperbaiki musholla yang di bangun sejak 1981 ini.”katanya

“Hasil Resses ini sendiri akan kita bawa ke paripurna DPRD Provinsi Sumsel dan di tembuskan ke walikota Palembang ,cuma Pemkot ini tidak cepat responnya atas tanggapan yang menjadi kewenangan Pemkot Palembang ,kalau kewenangan propinsi Sumatera Selatan sendiri ini sudah beberapa sudah dilaksanakan .”katanya

“Contohnya tahun lalu Resses di kampung anyaman kelurahan warga meminta agar dibuatkan konblok kita sudah realisasikan dan balai warga meminta di bangunkan dan tahun ini sudah kita bangunkan dengan dana provinsi .

“Seharusnya hasil Resses ini menjadi perhatian pemerintah kota Palembang karena ini di tembuskan untuk di realisasikan ,laporan tentang PKH kita juga meminta agar pemerintah kota Palembang selalu mengupdate data nya tapi nyatanya tidak ,cukup miris juga kita setiap laporan ke kota tidak begitu cepat responnya .”katanya

“Dan terkait posyandu tadi juga kita kan dorong dinas kesehatan provinsi Sumsel agar mendorong dinas kesehatan kota Palembang untuk membuat posyandu agar disini mengedukasi warga dan memberikan arahan dan juga bantuan BMT setiap bulan sehingga warga tahu akan pentingnya posyandu ini kan daerah seberang ini tingkat stunting tinggi bagaimana mau mengurangi stating kalau posyandu nya saja tidak ada .”Tutupnya (FebriTahir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *