Mistra Jamil: Pulang Membawa Ilmu, Mengabdi untuk Nagari (Pulang Bukan Karena Gagal, Tapi Ingin Membangun dari Dalam)

  • Bagikan

PESISIR SELATAN, IntensNews.id  — Mistra Jamil, SH., M.I.Kom., resmi ditetapkan sebagai Calon Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

Penetapan calon sekaligus pencabutan nomor urut dilaksanakan pada 25 September 2026. Dalam tahapan tersebut, Mistra Jamil memperoleh nomor urut 5.

Dengan penetapan tersebut, Jamil kini resmi memasuki tahapan Pilwana sebagai salah satu calon yang akan mengikuti proses pemilihan Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek.

Di tengah banyaknya anak muda yang memilih berkarier di kota setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Mistra Jamil memilih jalan yang berbeda. Ia ingin membawa pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya untuk berkontribusi di kampung halaman.

Menurut Jamil, pendidikan tinggi tidak seharusnya membuat seseorang semakin jauh dari nagari.

“Saya kuliah tinggi bukan untuk mencari kemewahan, tapi agar bisa membawa ilmu itu pulang ke nagari. Saya tidak merasa rugi kalau nantinya menjadi wali nagari. Justru ini adalah salah satu cara saya membalas jasa kampung yang sudah membesarkan saya,” ujar Jamil.

Ia menilai pendidikan dapat menjadi modal untuk membantu nagari menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi.

“Kalau semua anak muda yang berpendidikan pergi, lalu siapa yang akan memajukan nagari kita?” katanya.

Persoalan usia juga menjadi salah satu hal yang kerap diperbincangkan ketika namanya muncul dalam Pilwana.

Jamil berpandangan bahwa usia muda dapat menjadi modal untuk menghadirkan energi, gagasan dan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi, sembari tetap menghormati adat dan peran ninik mamak.

“Muda bukan berarti belum mampu. Muda berarti masih punya tenaga, ide dan semangat untuk bergerak. Tetapi tentu semuanya harus tetap berjalan bersama ninik mamak, tokoh masyarakat dan seluruh unsur nagari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk mempertentangkan generasi muda dengan generasi yang lebih tua.

“Saya tidak datang untuk menggantikan perjuangan orang-orang tua kita. Saya ingin melanjutkan perjuangan itu dengan kemampuan dan cara yang saya miliki,” tutur Jamil.

Mengenai persoalan tempat tinggal, Jamil tidak menampik bahwa saat ini dirinya belum menetap sepenuhnya di nagari.

Namun, ia mengatakan hubungan dan pengabdiannya kepada masyarakat Sungai Nyalo telah berjalan sebelum dirinya mencalonkan diri sebagai wali nagari.

“Benar, sekarang saya belum menetap penuh di nagari. Tetapi saya lahir dan besar di sini, dan hati saya tetap di sini. Tanpa jabatan pun saya sudah berusaha membantu masyarakat Sungai Nyalo,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila nantinya memperoleh amanah, dirinya siap memenuhi komitmen untuk tinggal di tempat ia diamanahkan.

Jamil mengatakan dirinya telah menandatangani surat pernyataan di atas materai mengenai kesediaan untuk tinggal di tempat tugas apabila terpilih menjadi wali nagari.

“Kalau selama ini saya bisa membantu dari luar, tentu saya berharap ke depan bisa lebih banyak hadir dan bekerja langsung bersama masyarakat ketika mendapatkan amanah,” katanya.

Salah satu gagasan yang dibawa Jamil adalah memperkuat hubungan antara ranah dan rantau.

Menurutnya, anak nagari yang berada di luar daerah juga memiliki pengalaman, ilmu, jaringan dan potensi yang dapat dikolaborasikan untuk kepentingan pembangunan nagari.

“Nagari jangan hanya mengandalkan sumber daya yang ada di dalam. Kita juga punya anak nagari di rantau dengan berbagai pengalaman dan jaringan. Yang penting bagaimana membangun jembatan antara ranah dan rantau,” jelasnya.

Jamil juga menyebut pengalaman berorganisasi dan jaringan yang dimilikinya sebagai modal untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Saya memiliki jaringan dan sahabat di berbagai tingkatan. Kalau diberi amanah, jaringan itu ingin saya manfaatkan untuk membuka akses program dan peluang bagi masyarakat, tentunya melalui mekanisme dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Jamil mengatakan pencalonannya bukan semata-mata untuk mendapatkan jabatan.

Ia menyebut keinginannya adalah agar pengalaman, pendidikan dan jaringan yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Saya maju bukan karena ingin dihormati, tetapi karena ingin bermanfaat. Saya ingin hadir bukan hanya duduk di kantor, tetapi memahami persoalan masyarakat dan berusaha mencari jalan keluarnya bersama-sama,” katanya.

Setelah resmi mendapatkan nomor urut 5, Jamil berharap seluruh tahapan Pilwana Sungai Nyalo IV Koto Mudiek dapat berlangsung dengan aman, tertib dan sesuai aturan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya menegaskan bahwa pelaksanaan Pilwana 2026 harus menjunjung prinsip demokrasi yang jujur, adil dan transparan, termasuk menjaga netralitas aparatur dan penyelenggara.

👤 Profil Singkat

Nama: Mistra Jamil, S.H., M.I.Kom.

Status: Calon Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek

Nomor Urut: 5

Asal: Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan

Pendidikan: Sarjana Hukum & Magister Ilmu Komunikasi

Gagasan: Ranah & Rantau, Bersatu Membangun Nagari

Motto: “Kesuksesan Hidup Saya adalah Ketika Saya Bermanfaat Buat Orang Lain (Khoirunnas Anfauhum Linnas)”

“Pulang bukan karena gagal di luar, tetapi karena ingin membawa apa yang didapat di luar untuk membangun dari dalam.”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *