Muhammad Nur Rasul: Literasi Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan di Era Digital

  • Bagikan

TAKALAR, IntensNews.id – Founder Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (Zigid Indonesia), Muhammad Nur Rasul, menegaskan bahwa literasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Menurutnya, kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat berpikir kritis, terhindar dari penyebaran hoaks, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di era digital.

“Literasi bukan lagi sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat berpikir kritis, terhindar dari hoaks, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di era digital,” ujar Muhammad Nur Rasul.

Ia menjelaskan bahwa tantangan perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan literasi, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, kemampuan memahami informasi secara tepat menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya literasi, Zigid Indonesia terus menghadirkan berbagai program edukatif seperti 10 Day Reading Challenge, Talent Zigid Indonesia, Kelas Menulis Buku, Brand Ambassador Literasi, serta sejumlah kampanye literasi digital lainnya. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, pengembangan talenta generasi muda, hingga pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab.
Muhammad Nur Rasul menambahkan, kolaborasi antara komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, media, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, semua pihak perlu bergandengan tangan untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat, inklusif, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter serta berdaya saing global,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *