Operasi Sikat Musi Satreskrim Polrestabes Amankan Puluhan Diduga Premanisme Dan Satu Kedapatan Membawa Sajam

  • Bagikan

PALEMBANG,IntensNews.id  – Satreskrim Polrestabes Palembang gabungan Unit Pidum dan Unit Ranmor menggelar operasi Sikat Musi 2026 dengan sasaran pelaku 3 C dan Premanisme, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB

Pada hari ke sembilan operasi sikat musi tersebut setidaknya ada 30 orang diamankan diduga melakukan aksi premanisme, mereka diamankan petugas Satreskrim gabungan dipimpin oleh Kasubnit Opsnal Pidum, Ipda Popay dan Kasubnit Opsnal Ranmor, Ipda Iwan Tewok.

Operasi dilakukan pada beberapa titik di Kota Palembang, seperti di kawasan Pasar 16 Palembang, Jalan Jenderal Sudirman, benteng kuto besak (BKB), dan Monpera.

Mereka dibawa ke Polrestabes Palembang untuk dilakukan pendataan, dari pantauan langsung semua orang diamankan dibuka bajunya dan terlihat banyak tato, lalu disuruh berhitung satu persatu dan diminta menyanyikan lagi Indonesia Raya.

Dari salah satu orang diamankan kedapatan membawa Sajam jenis pisau dan tertangkap tangan saat berada didepan kantor Satreskrim pada saat diminta melompat – lompat olah raga pisau terjatuh dari selipan celananya. Langsung saja pria ini dibawa ke penyidik untuk dimintai keterangan.

Kabag Ops Polrestabes Palembang, AKBP Budi Santoso melalui KBO Minres, AKP Ledi membenarkan ada operasi tersebut. “Benar adanya 30 pelaku diduga melakukan aksi premanisme diamankan dalam operasi sikat musi yang digelar Polrestabes Palembang dihari ke sembilan ini,” kata AKP Ledi.

Lanjutnya, 30 orang ini selanjutnya akan dilakukan pendataan, difoto oleh petugas Inafis Polrestabes Palembang. “Dilakukan pendataan dan foto, setelah itu diberikan teguran akan tidak mengulanginya perbuatannya,” tambahnya.

Masih katanya, terkait adanya salah satu pelaku inisial SA (34) yang kedapatan membawa Sajam jenis pisau didalam celana dalam, sambung Ledi, akan diproses secara hukum yang berlaku.

“Terkait pelaku yang kedapatan senjata tajam jenis pisau di proses secara hukum,” ujarnya.

Ketika ditemui di piket Reskrim, SA mengaku bersalah. “Pisau itu saya bawa untuk jaga jaga saja pak. Saya menyesal pak,” kata buruh pencari penumpang Speedboat di BKB ini.

Teddy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *