PALEMBANG,IntensNews.id — Pemerintah Kota Palembang akan menggelar program Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) sebagai upaya menyediakan ruang publik bagi masyarakat sekaligus mendukung pelaku UMKM.
Program tersebut akan mulai diuji coba pada Sabtu malam (4/4/2026) dan Minggu pagi (5/4/2026).
Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Finan Sukma Paradipta melalui Wakasat Lantas AKP Sayyid Malik Ibrahim mengatakan, pelaksanaan perdana akan diawali dengan uji coba di dua waktu berbeda.
“Pemerintah Kota Palembang akan melaksanakan Car Free Night dan Car Free Day. Untuk sementara, Car Free Night direncanakan di Jalan Kolonel Atmo, kawasan Cinde hingga Simpang Bank Mandiri atau Linda Kosmetik,” ujar AKP Sayyid, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan CFN akan dilakukan penutupan sejumlah akses jalan di kawasan tersebut.
“Kami akan menutup akses masuk di sekitar Cinde dan Simpang Linda maupun Bank Mandiri. Masyarakat yang ingin masuk ke area tersebut hanya bisa dengan berjalan kaki,” katanya.
Untuk rekayasa lalu lintas, kendaraan yang biasanya melintas di Jalan Kolonel Atmo akan dialihkan ke Jalan Jenderal Sudirman menuju kawasan Air Mancur.
“Dari simpang Charitas yang mengarah ke Kolonel Atmo akan langsung diarahkan ke Jalan Sudirman menuju Air Mancur,” jelasnya.
Program Car Free Night dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 23.00 WIB.
Sementara itu, Car Free Day akan digelar keesokan harinya pada Minggu pagi (5/4/2026) mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, dengan rute dari flyover depan DPRD Kota Palembang hingga Bundaran Cinde.
AKP Sayyid menambahkan, masyarakat dari wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir tetap dapat melintas melalui jalur alternatif seperti Jembatan Musi IV dan Musi VI.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir, di antaranya kawasan bawah Jembatan Ampera 7 Ulu, Pasar 16 Ilir, dan Benteng Kuto Besak (BKB). Sementara untuk CFN, parkir dapat menggunakan area Jalan Kolonel Atmo menuju kawasan Megaria.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati ruang kota yang lebih nyaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kehadiran pelaku UMKM.






