Pemerintah Kecamatan Ulu Musi Gelar Penyaluran BLT DD dan Titik Nol Pembangunan Fisik di Tiga Desa

  • Bagikan

EMPAT LAWANG,IntensNews.id – Pemerintah Kecamatan Ulu Musi menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program bantuan sosial dan pembangunan desa dengan turun langsung ke lapangan memimpin kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kategori ekstrem sekaligus pelaksanaan titik nol pembangunan fisik di wilayah kerjanya.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (7/5/2026) tersebut dipimpin langsung Camat Ulu Musi, Mawardi, SE., MM., dan dilaksanakan serentak di tiga desa, yakni Desa Tanjung Agung, Desa Padang Tepong, dan Desa Galang, Kabupaten Empat Lawang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim kecamatan, pendamping desa, pendamping lokal desa, Bhabinkamtibmas Sektor Ulu Musi, Babinsa Koramil 0405 Ulu Musi, perangkat desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Desa Tanjung Agung

Di Desa Tanjung Agung yang dipimpin Kepala Desa Mutato Hirin, bantuan BLT-DD disalurkan kepada 7 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan yang diberikan merupakan akumulasi periode Januari hingga Juni 2026 dengan nilai sebesar Rp1.800.000 per keluarga.

Selain penyaluran bantuan, juga dilakukan titik nol pembangunan fisik berupa 1 unit sumur bor dan pembangunan jalan sepanjang 50 meter.

Desa Padang Tepong

Sementara itu, di Desa Padang Tepong, Penjabat Kepala Desa Julian Veri menyalurkan bantuan serupa kepada 5 KPM dengan nominal yang sama, yakni Rp1.800.000 per keluarga untuk periode enam bulan.

Uniknya, penyaluran bantuan di desa ini dilakukan secara door to door atau mendatangi langsung rumah warga. Langkah tersebut diambil karena sebagian penerima manfaat merupakan lansia yang sakit dan tidak mampu hadir ke lokasi pembagian bantuan.

Pembangunan fisik di desa ini meliputi pembangunan 3 unit sumur bor dan perbaikan jalan lingkungan sepanjang 50 meter.

Desa Galang

Di Desa Galang yang dipimpin Kepala Desa Antoni, bantuan langsung tunai disalurkan kepada 10 KPM. Setiap keluarga menerima dana sebesar Rp1.800.000 untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan titik nol pembangunan jalan desa dengan volume sepanjang 116 meter.

Satu Desa Tidak Melaksanakan Kegiatan

Dalam jadwal yang telah ditentukan, seharusnya terdapat empat desa yang melaksanakan kegiatan secara serentak pada hari tersebut. Namun, Desa Muara Betung yang dipimpin Nanda tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana desa lainnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat maupun pihak terkait mengenai alasan tidak terlaksananya kegiatan di desa tersebut.

Pendamping Desa: BLT dan Pembangunan Sangat Penting

Pendamping desa, Asrul, mengatakan bahwa kegiatan penyaluran BLT-DD dan pembangunan fisik desa memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan masa depan desa.

“Kegiatan ini sangat penting untuk meringankan beban ekonomi keluarga rentan, khususnya masyarakat miskin ekstrem, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan fisik desa seperti jalan dan sumur bor juga sangat dibutuhkan untuk memperbaiki akses masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pembangunan jalan bertujuan memudahkan aktivitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umum,” tandasnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *