KARAKTERISTIK PENDIDIK IDEAL DALAM PERSPEKTIF SYARI’AT ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL

  • Bagikan

Abstrak
Tantangan dunia pendidikan di zaman sekarang semakin kompleks seiring dengan masifnya arus informasi dan degradasi moral di ruang digital. Sosok pendidik tidak hanya dituntut memiliki kecakapan pedagogik, tetapi juga integritas moral yang berlandaskan syariat Islam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian pendidik yang baik dan benar sesuai tuntunan Islam di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepribadian pendidik harus mencakup pilar Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah, yang diintegrasikan dengan kecakapan teknologi serta empati sosial.
Kata Kunci: Pendidik, Kepribadian, Syariat Islam, Era Modern.
Pendahuluan
Di tengah gempuran teknologi informasi, peran guru atau pendidik mengalami pergeseran fungsi dari sumber utama informasi menjadi fasilitator dan teladan (uswatun hasanah). Islam memandang pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga penanaman nilai. Masalahnya, banyak pendidik saat ini terjebak pada tuntutan administratif sehingga melupakan esensi kepribadian yang Islami. Oleh karena itu, merumuskan kembali profil pendidik yang sesuai syariat namun tetap relevan dengan zaman sangatlah krusial.
Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dari sumber primer yakni Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder berupa literatur pendidikan Islam dan jurnal ilmiah terkait tantangan pendidikan di zaman sekarang.
Karakteristik Fundamental Pendidik Muslim di Era Modern
1. Integritas Spiritual dan Akhlakul Karimah
Kepribadian utama pendidik menurut Islam adalah ketakwaan. Di zaman sekarang, pendidik harus menjadi benteng moral. Kepribadian yang ikhlas dalam mengajar akan memancarkan energi positif kepada peserta didik. Sesuai syariat, seorang pendidik wajib memiliki sifat:
Shiddiq (Jujur): Satunya kata dengan perbuatan.
Amanah (Terpercaya): Menjaga tanggung jawab mendidik sebagai titipan Allah.
2. Kompetensi Intelektual dan Adaptabilitas (Fathanah)
Zaman sekarang menuntut guru untuk melek teknologi. Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Pendidik yang “benar” adalah mereka yang terus belajar (long-life learner). Mereka tidak boleh tertinggal oleh kemajuan zaman agar dapat membimbing siswa menyaring informasi (tabayyun) dari internet.
3. Kemampuan Berkomunikasi yang Santun (Tabligh)
Cara berkomunikasi pendidik di era digital sering kali dipantau melalui media sosial. Pendidik yang baik harus menggunakan bahasa yang lembut (qaulan layyinan) namun berbobot. Hal ini penting untuk merangkul generasi Z dan Alpha yang lebih responsif terhadap pendekatan dialogis daripada otoriter.
4. Keseimbangan antara Ketegasan dan Kasih Sayang
Syariat Islam mengajarkan kasih sayang (rahmah). Pendidik di zaman sekarang harus mampu menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi muridnya, tanpa kehilangan wibawa. Kedisiplinan tetap ditegakkan, namun tanpa kekerasan yang melampaui batas syariat.
Simpulan
Kepribadian pendidik yang baik dan benar di zaman sekarang adalah perpaduan antara ketaatan syariat dan kecakapan zaman. Pendidik harus menjadi teladan hidup yang mengintegrasikan kecerdasan spiritual, emosional, dan digital. Dengan fondasi sifat kenabian (siddiq, amanah, tabligh, fathanah), pendidik akan tetap relevan dalam membimbing generasi muda menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.
Daftar Pustaka
Al-Ghazali, Imam. (2020). Ihya Ulumuddin: Ringkasan Adab Guru dan Murid. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V.
Majid, Abdul. (2012). Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ramayulis. (2013). Profesi dan Etika Keguruan. Jakarta: Kalam Mulia.

 

Oleh: Alyaa Nuhaa Qoonitalloh

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta

Email: alyaanuhaaqoonitalloh@gmail.com

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *