EMPAT LAWANG, IntensNews.id – Pesantren Baitul Qur’an yang berlokasi di Desa Karang Caya, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan bagi ratusan santri.
Pesantren yang menjadi tempat menimba ilmu agama dan pendidikan formal tersebut saat ini membina ratusan peserta didik. Namun, sejumlah fasilitas masih perlu ditingkatkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan kondusif.
Adapun kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian pengelola meliputi pembangunan pagar keliling pesantren, penambahan ruang kelas, pembangunan asrama putri, ruang kantor pengelola, serta fasilitas kamar mandi dan toilet yang layak.
Pimpinan Pesantren Baitul Qur’an, Ustaz M. Mudrikun Ni’am, M.Pd., yang juga dikenal sebagai Dai 3T Kementerian Agama RI serta pimpinan manasik haji dan umrah, berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, para dermawan, serta pihak lain yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.
Menurut data yang disampaikan pengelola, kegiatan pendidikan di lingkungan Pesantren Baitul Qur’an mencakup TK Islam Terpadu (TK IT) dengan 11 siswa, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) sebanyak 107 siswa, serta program Rumah Tahfidz dengan 107 peserta.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran pesantren dalam memberikan akses pendidikan formal dan pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak di wilayah tersebut.
Pesantren Baitul Qur’an menerapkan pola pembelajaran terpadu yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan peserta didik. Proses pendidikan dirancang untuk membangun kemampuan akademik, pemahaman agama, kedisiplinan, serta pembentukan karakter islami.
Pada tingkat TK IT, pembelajaran dilakukan melalui metode bermain sambil belajar. Anak-anak dikenalkan dengan huruf hijaiyah, doa sehari-hari, hafalan surat pendek, akhlak mulia, serta kebiasaan beribadah sejak dini.
Sementara itu, siswa SD IT mengikuti kurikulum nasional yang dipadukan dengan pendidikan Islam. Materi pembelajaran mencakup pemahaman dasar keislaman, praktik ibadah harian, bahasa Arab, serta penanaman nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun program Rumah Tahfidz berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur’an. Para peserta mengikuti kegiatan setoran hafalan, pengulangan secara berjenjang, perbaikan bacaan melalui pembelajaran tajwid, serta pendampingan untuk menjaga kualitas dan kelancaran hafalan.
Melalui pola pembelajaran tersebut, pesantren berupaya membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Selain menjalankan pendidikan formal dan pembinaan Al-Qur’an, Pesantren Baitul Qur’an juga menyelenggarakan program pendidikan nonformal yang menyasar masyarakat sekitar.
Salah satunya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibuka secara gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.
Dalam pelaksanaannya, setiap angkatan dibatasi maksimal 16 peserta agar proses pembimbingan dapat berlangsung lebih terarah. Materi pelatihan menggabungkan teori singkat dengan praktik langsung, sehingga peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Materi pelatihan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Pesantren turut mengadakan majelis taklim bagi kaum ibu yang dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan. Kegiatan ini menjadi sarana memperdalam pengetahuan agama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Pengelola Pesantren Baitul Qur’an menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Dukungan dari masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun para dermawan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan fasilitas pesantren agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan semakin baik.
Pengelola menyatakan bantuan yang diterima akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan operasional pendidikan pesantren dengan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bantuan dapat diberikan dalam bentuk dana, material bangunan, perlengkapan pendidikan, maupun dukungan tenaga sesuai kebutuhan.
Bagi masyarakat dan para dermawan yang ingin berpartisipasi, bantuan dapat disalurkan melalui:
Yayasan Baitul Qur’an
Bank: Bank Sumsel Syariah
Nomor rekening: 8680902360
Pengelola berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana Pesantren Baitul Qur’an. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencerdaskan generasi muda, memperkuat pendidikan keagamaan, serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Empat Lawang.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, Pesantren Baitul Qur’an diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi santri maupun masyarakat sekitar.






