KERINCI, IntensNews.id — Ratusan rumah warga di sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Batang Merao. Banjir mulai memasuki permukiman sejak Kamis malam (27/11/2025) dan terus meningkat hingga Jumat siang.
Sejumlah desa yang berada di bantaran Sungai Batang Merao terdampak langsung, di antaranya Desa Koto Tuo, Kubang, Tebat Ijuk, Koto Lanang, dan Koto Patang. Tingginya curah hujan membuat permukaan sungai meluap dan air berangsur-angsur masuk ke rumah warga.
“Sejak malam, air mulai masuk ke rumah secara perlahan. Hingga siang ini, ketinggian air sudah mencapai 25 hingga 45 sentimeter,” ujar Rio, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini baru tahap awal, mengingat intensitas hujan masih tergolong ringan.
Warga mengkhawatirkan kondisi lebih buruk apabila hujan lebat kembali terjadi, seperti yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya. “Jika hujan deras turun terus-menerus, ketinggian air bisa mencapai 75 sentimeter. Biasanya puncak banjir terjadi pertengahan Desember hingga akhir Januari,” tambahnya.
Mengantisipasi potensi banjir yang lebih besar, masyarakat terdampak telah bersiap dengan memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi. Pemantauan di lapangan menunjukkan warga di sekitar bantaran sungai sudah meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di desa-desa terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Kerinci segera melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk pendataan korban terdampak serta upaya pencegahan banjir susulan.






