PALEMBANG, Intensnews.id — Seorang remaja, Ahmad Miftahudin (22), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di depan Cafe Avenue, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban diketahui merupakan warga Dusun II Sidomulyo, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah. Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian dada dan punggung.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut dan langsung mendatangi lokasi bersama personel piket fungsi.
“Berawal kita mendapati laporan terkait peristiwa tersebut, anggota piket Reskrim, Pawas Polsek IB I Palembang, Inafis dan SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian,” ujar Fauzi.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diduga dikeroyok oleh sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya.
“Dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian mengatakan bahwa korban telah menjadi korban pengeroyokan dilakukan oleh orang tak dikenal,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka tusuk pada bagian dada dan punggung. Korban kemudian dibawa ke RS AK Gani Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, saat berada di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, terdapat satu korban lainnya bernama Noval Pemenangan yang dirujuk ke RS Umum Mohammad Hoesin Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi dan data pendukung untuk mengungkap identitas serta mengejar pihak yang diduga terlibat.
“Untuk motifnya masih didalami, hingga kini kita masih mengumpulkan data dan keterangan saksi-saksi, guna mengejar pelaku,” tandas Fauzi.
Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian, motif, serta identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
(Teddy)






