Sosialisasi Pemberdayaan Sosial Digelar di Gurun Panjang Selatan, Perkuat Sinergi Pemerintah Nagari dan Masyarakat

  • Bagikan

PESISIR SELATAN, Intensnews.id – Pemerintah Kenagarian Gurun Panjang Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pemberdayaan Sosial pada Senin (29/6/2026) sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah nagari, pendamping sosial, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program kesejahteraan sosial yang tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Nagari Gurun Panjang Selatan, para Wali Kampung, Ketua BAMUS, Operator SIKS-NG, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako Murni, Pendamping Sosial Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta unsur masyarakat lainnya.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program-program pemberdayaan sosial, hak dan kewajiban KPM, mekanisme penyaluran bantuan sosial, serta pentingnya pemutakhiran data penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat koordinasi antara pemerintah nagari, perangkat nagari, Operator SIKS-NG, dan Pendamping Sosial dalam mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang transparan, akuntabel, dan efektif.

Dalam penyampaian materi, narasumber Lintriza, S.HI menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Program bantuan sosial harus didukung dengan data yang valid dan kerja sama yang baik antara pemerintah nagari, pendamping sosial, serta masyarakat. Dengan demikian, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Lintriza.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi perubahan kondisi sosial maupun data kependudukan agar dapat diperbarui melalui mekanisme yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam penyaluran bantuan sosial.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Berbagai persoalan terkait Program Sembako Murni, validasi data, hingga mekanisme pemberdayaan sosial dibahas secara terbuka untuk menyamakan persepsi seluruh pihak.

Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah nagari, pendamping sosial, dan masyarakat sehingga pelaksanaan program kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *