Tasikmalaya, IntensNews.id — Aksi simbolik bernada kritik terhadap tata kelola proyek pemerintah daerah terjadi di kawasan Tugu Lam Alif, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/3/2026).
Aksi tersebut dilakukan oleh Ketua RPD, Dadan, yang membentangkan spanduk berisi kritik terkait dugaan praktik monopoli proyek di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang disebut-sebut melibatkan orang dekat Bupati Tasikmalaya.
Aksi tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam isi spanduk yang dibentangkan, Dadan menyinggung adanya dugaan instruksi pengkondisian proyek di sejumlah SKPD yang berpotensi menciptakan praktik monopoli dalam pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus dorongan kepada pemerintah daerah agar tetap menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap tata kelola pemerintahan. Jika dugaan ini benar terjadi, tentu sangat mencederai semangat pemerintahan yang bersih dan membuka peluang praktik monopoli yang merugikan pelaku usaha lokal,” ujar Dadan saat dikonfirmasi usai aksi.
Ia menegaskan bahwa dugaan pengkondisian proyek oleh pihak tertentu harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah karena berpotensi menutup ruang persaingan usaha yang sehat bagi kontraktor maupun pelaku usaha lokal.
Selain menyampaikan kritik, Dadan juga meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membuka ruang komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat.
Ia mengusulkan agar Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya menyediakan forum komunikasi rutin agar berbagai persoalan masyarakat dapat disampaikan secara langsung.
“Kami meminta Pemkab, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, membuka ruang komunikasi dengan masyarakat minimal satu minggu sekali. Tujuannya agar pemerintah bisa langsung mendengar berbagai keluhan dan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Aksi pembentangan spanduk tersebut sempat menjadi perhatian publik di sekitar Kompleks Setda Kabupaten Tasikmalaya.
Dadan berharap pemerintah daerah dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar isu yang berkembang tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dugaan monopoli proyek di lingkungan SKPD tersebut.






