Tiga Hari Penantian Berakhir Duka, Anjasmi Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Musi

  • Bagikan

EMPAT LAWANG, intensnews.id – Harapan keluarga yang menunggu di tepi Sungai Musi akhirnya berubah menjadi duka mendalam. Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, Anjasmi Andesta bin Rohildi (32), warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (13/02/2026) pagi.

Korban ditemukan sekitar pukul 06.50 WIB di Desa Pulau Kemang, sekitar 4,6 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Tubuhnya terlihat mengapung di pinggir sungai oleh seorang warga yang sedang beraktivitas pagi itu.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarah Wanto, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari warga, Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung kami evakuasi untuk dibawa ke rumah duka serta diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah. Tangis keluarga pecah saat tim membawa pulang Anjasmi ke rumahnya di Desa Batu Lintang.

Berawal dari Aktivitas Mencari Nafkah

Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sore itu, Anjasmi bersama dua rekannya pergi ke Sungai Musi untuk memasang perangkap ikan—aktivitas rutin yang menjadi bagian dari usaha mencari nafkah.

Mereka berpencar saat memasang perangkap. Tak lama kemudian, kedua rekannya mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai. Mereka bergegas mendekat, namun suara itu perlahan menghilang ditelan derasnya arus.

Upaya pencarian spontan dilakukan, namun Anjasmi tak kunjung ditemukan. Dugaan kuat, ia terseret arus sungai yang saat itu cukup deras.

Tiga Hari Pencarian Tanpa Henti

Selama tiga hari, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, relawan, Faji, serta masyarakat setempat menyisir aliran Sungai Musi.

Tim dibagi menjadi dua SRU. Satu tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan perahu warga, sementara tim lainnya menyusuri jalur darat serta menyebarkan informasi kepada warga di sepanjang pesisir sungai.

Akhirnya, pencarian itu menemukan jawabannya. Meski bukan kabar yang diharapkan, keluarga kini bisa membawa Anjasmi pulang untuk dimakamkan secara layak.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa Sungai Musi, yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, juga menyimpan risiko besar. Kewaspadaan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas saat beraktivitas di perairan.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *