Waringinkurung, Serang ,IntensNews.id 3 Januari 2026 — Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menyebabkan tebing penahan tanah (TPT) di belakang rumah warga diduga jebol, sehingga memicu longsor di Kampung Sitoru, Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (3/1/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Longsoran tanah dengan ketinggian diperkirakan mencapai 5 hingga 6 meter menerjang bagian belakang rumah warga. Akibat peristiwa tersebut, tiga kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian teras, dapur, serta sejumlah dinding rumah yang berada tepat di atas dan di bawah struktur TPT yang longsor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi tersebut menghambat aktivitas warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah penghuni terpaksa mengosongkan beberapa ruangan rumah karena khawatir terjadi longsor susulan, terutama apabila hujan kembali turun.
Mahdi, salah satu pemilik rumah yang berada tepat di atas lokasi TPT longsor, mengatakan peristiwa itu baru disadarinya saat memeriksa kondisi rumah pada malam hari.
“Sekitar pukul 22.15 WIB saya mengecek bagian depan rumah dan tiba-tiba terperosok ke lubang tepat di depan pintu. Tiang teras rumah sudah seperti mengapung karena bagian bawahnya berlubang. Saya sangat kaget,” ujar Mahdi, Sabtu malam.
Mahdi menambahkan, longsor di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kejadian serupa pernah berlangsung pada 2022 dan telah ditinjau oleh aparat desa serta kecamatan. Namun hingga kini, ia menilai belum ada penanganan permanen.
“Ini sudah yang kedua kalinya. Dulu memang tidak separah sekarang. Waktu itu hanya didokumentasikan, tapi belum ada solusi nyata,” katanya.
Sementara itu, Wawan, warga yang rumahnya berada di bawah TPT, mengaku tidak bisa beristirahat dengan tenang karena khawatir longsor susulan.
“Semalam saya begadang, mengosongkan ruangan dan mengamankan barang-barang. Kami berharap ada langkah cepat dan konkret, terutama dari pemerintah, karena cuaca hujan masih sering terjadi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya penanganan darurat dan solusi jangka panjang untuk mencegah risiko longsor lanjutan di kawasan tersebut.






