Tradisi Manten Tebu PG Modjopanggoong Tulungagung Tandai Musim Giling 2026

  • Bagikan

TULUNGAGUNG,IntensNews.id  – Tradisi manten tebu kembali digelar di PG Modjopanggoong, Sabtu pagi, sebagai penanda dimulainya musim giling tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga mencanangkan pembukaan lahan tebu seluas 3.000 hektare guna mendukung peningkatan produksi gula nasional dan memperkuat ketahanan pangan.

Prosesi manten tebu diawali dengan arak-arakan sepasang boneka pengantin bersama batang tebu mengelilingi area pabrik gula. Ritual tradisi tersebut kemudian ditutup dengan memasukkan batang tebu secara simbolis ke mesin penggilingan.

General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, mengatakan tradisi manten tebu memiliki makna filosofis sebagai simbol sinergi antara petani dan pabrik gula.

“Makna dari manten tebu ini adalah menyatukan petani dengan pabrik gula agar menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada musim giling tahun 2026, PG Modjopanggoong menargetkan penggilingan tebu mencapai 446.123 ton dengan produksi gula sebesar 33.705 ton.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan pemerintah daerah siap bersinergi bersama pabrik gula dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya sektor produksi gula.

Menurutnya, Pemkab Tulungagung telah mencanangkan perluasan lahan tebu hingga 3.000 hektare guna meningkatkan produktivitas tebu di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

“Perluasan lahan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi gula sekaligus memperkuat kesejahteraan petani tebu,” katanya.

Musim giling PG Modjopanggoong tahun ini diperkirakan berlangsung selama 161 hari dengan pasokan tebu berasal dari lima daerah, yakni Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan wilayah Malang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *